CATHODE RAY OSCILLOSCOPE
·
CRO singkatan dari CATHODE RAY OSCILLOSCOPE
·
Sering disebut dengan osiloskop
·
Merupakan alat ukur yang dapat di gunakan untuk
mengukur besaran frekuensi dan amplitudo suatu sinyal/gelombang
·
Contoh sinyal/gelombang yaitu :
2. Kotak ,
bentuknya
3. Gergaji ,
bentuknya
·
Amplitudo adalah kekuatan / daya gelombang
·
Frekuensi adalah kekuatan dalam detik / jumlah getaran
yang terjadi dalam detik
·
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan
getaran sempurna.
A. Kontrol
& Indikator
Perhatikan
gambar 37. Ini adalah tampilan depan dari Oscilloscope dual trace.
Terdapat
Kontrol & Indikator (petunjuk) yang diberi nomor (1-28) dengan
Kegunaan
masing – masing sebagai berikut :
GAMBAR 37.
TAMPILAN DEPAN OSCILLOSCOPE
1.
VERTICAL INPUT :
Berfungsi sebagai input terminal Channel-A/Saluran A
2. AC-GND-DC :
·
AC : sinyal input
yang mengandung komponen DC akan ditahan oleh sebuah kapasitor.
·
GND : terminal
input akan terbuka input yang bersumber dari penguat an internal didalam oscilloscope akan digrounded .
·
DC : input
terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada didalam oscilloscope dan seluruh sinyal input
akan ditampilkan pada layar monitor
3. MODE
·
CH-A : untuk tampilan gelombang channel A
·
CH-B : untuk tampilan gelombang channel B
·
DUAL : untuk 2 saluran A dan B
4. VOLT/DIV : Variable
untuk saluaran (channel)CH-A
5. VOLT/DIV :
pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluaran (channel)/CH-A
6. Pengatur
posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A.
7. Pengatur
posisi horisontal
8. SWEEP
TIME/DIV
9. SWEEP
TIME/DIV VARIABLE
10. EXT.TRIG :
untuk men-trigger sinyal input dari luar
11. CAL :
untuk kalibrasi tegangan pada 0,5p-p
(peak to peak) atau tegangan dari puncak kepuncak
12. COMP.TEST :
saklar untuk merubah fungsi oscilloscope sebagai penguji komponen (component
tester) .
13. TRIGGERING
LEVEL
14. LAMPU
INDIKATOR
15. SLOPE
(+)(-) :penyesuain polaritas slope
(bentuk gelombang)
16. SYNC : untuk
mode pilihan posisi saklar pada ; AC,HF REJ, dan TV
17. GND terminal
ground/arde/tanah
18. SOURCE :
penyesuain pemilihan sinyal (synchronize
signal selector) jika tombol SOURCE pada posisi :
·
INT : sinyal dari channel A dan channel B untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan
saling dijumlahkan
·
CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari
CH-A
·
CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari
CH-B
·
AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan
sumber sinyal AC itu sendiri
·
EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan
disesuaikan dengan sumber sinyal
19. POWER ON –
OFF
20. FOCUS :
untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal
21. INTENSITY :
pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat
22. TRACE
ROTATOR : untuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap berada pada
posisi horizontak. Sebuah obeng
dibutuhkan untuk memutar rotator ini
23. CH-B OSITION
tombol penagtur untuk penggunaan CH-B/channel(saluran)B
24. VOLTS/DIV
pelemah vertikal untuk CH-B.
25. VARIABLE
26. VERTICAL
INPUT input vertikal untuk CH-B
27. AC-GND-DC
untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada nomor 2
28. COMPONET
TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji
Oscilloscope
dilengkapi dengan kabel penyidik (probe) seperti yang terlihat pada gambar 38.
1.
Perhatikan sumber tegangan
2. Atur posisi saklar
intensity pada posisi tengah-tengah
3. Atur saklar focus pada
posisi tengah-tengah
4. Letakkan switch
volt/div posisi 1 volt/div
5. Putar variable searah
jarum jam smpai maksimum
6. Letakkan time/div
posisi 1 ms/div
7. Putar variable searah
jarum jam sampai maksimum
8. Letakkan saklar source
pada posisi ”LINE”
9. Letakkan saklar
“POSITION” searah horizontal pada posisi tengah-tengah
10. Letakkan saklar
“POSITION” searah vertical pada posisi tengah-tengah
11. Letakkan saklae “LEVEL
pada posisi tengah-tengah
12. Atur saklar “MODE”
13. Hidupkan CRO tunggu
sampai keluar satu garis horizontal
1.
Lakukan terlebih dahulu pengatur awal pada CRO
2.
Atur posisi switch volt/div
3.
Atur posisi switch time/div
4.
Pasang kabel probe pada
salah satu terminal input
5.
Atur mode sesuai terminal
input yang dipilih
6.
Hubungkan ground pada kabel
probe dengan ground CRO
7.
Letakkan posisi saklar
AC-GND-DC pada posisi AC
8.
Tarik CAP pada probe dengan
ujung jari, hubungkan dengan terminal CAL pada CRO sampai keluar Supaya gelombang kotak
yang tampil pada layar CRO dapat diam pindah posisi saklar SOURCE pada “INT”
atau “CH-B”





Tidak ada komentar:
Posting Komentar