Assalamu'alaikum Wr.Wb
saya akan menjelaskan sedikit tentang CRO..
Cathoda Ray Oscilooscope (CRO) merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk
memperlihatkan bentuk gelomban listrik, mengukur tegangan listrik dc maupun ac, mengukur
frekuensi gelombang listrik, dan mengukur beda fase gelombang listrik. Berbeda dengan voltmeter
ac yang mengukur langsung tegangan efektif, tegangan listrik ac yang dapat diukur langsung
dengan CRO adalah tegangan puncak-kepuncak dan tegangan maksimum. CRO tidak dapat
digunakan untuk mengukur arus listrik secara langsung. Secara tidak langsung pengukuran arus
listrik dilakukan dengan mengukur tegangan, kemudian membaginya dengan hambatan yang ujungujungnya
diukur tegangannya tadi. Secara umum CRO dapat diklasifikasikan menjadi CRO satu
masukan (single channel) yang dapat digunakan untuk mengukur satu gelombang listrik saja, CRO
dua masukan (dual channel) yang dapat digunakan untuk mengukur dua gelombang listrik
sekaligus, dan CRO dua sumber bedil electron (dual beam) yang dapat digunakan untuk mengukur
lebih dari dua gelombang listrik sekaligus. Contoh CRO dapat dilihat pada gambar di bawah
Untuk dapat menggunakan CRO, maka perlu mengenal tombol-tombol yang ada pada panel
CRO. Tombol-tombol yang penting antara lain :
Beberapa tombol yang penting antar lain:
1. Power : Untuk menghidupkan dan mematikan CRO
2. Intensity : Untuk mengatur intensitas berkas cahaya (elektron) pada layar. Sebaiknya
dijaga agar tidak pada kedudukan maksimum.
3. Focus : Untuk mengatur ketajaman gambar pada layar.
4. Position : Untuk mengatur kedudukan gambar secara vertikal.
5. . Position : Untuk mengatur posisi horisontal gambar (gelombang).
6. Input : Terminal untuk menghubungkan sinyal input (yang akan diukur) dengan
CRO. Untuk CRO dual channel ada 2 terminal input yakni CH1(X) INPUT
dan CH2 (Y) INPUT. Pada umumnya hubungan terminal ini dengan sinyal
yang akan diukur menggunakan peraba (probe).
7. AC-GND-DC : Selektor untuk mengatur sambungan input sinyal listrik yang akan diukur.
Pada posisi AC komponen dc dari sinyal input diblokir oleh kapasitor dalam
CRO sehingga sinyal yan terukur adalah ac murni. Pada posisi GND
termnal nput diputus dan amplifier dibumikan. Akibatnya sinyal input tidak
dapat masuk CRO. Pada posisi DC terminal input dihubungkan langsung
dengan amplifier sehingga semua komponen sinal input diperkuat dan
ditampilkan. Artinya sinyal yang terlihat pada CRO adalah komponen dc
dan ac.
8.
9. Mode : Selektor untuk mengatur tampilan sinyal input. Pada posisi CH1 sinyal
input pada channel 1 ditampilkan. Pada posisi CH2 sinyal input pada
channel 2 ditampilkan. Pada posisi DUAL sinyal input pada CH1 dan CH2
ditampilkan bersama. Pada posisi ADD sinyal input pada CH1 dan CH2 dijumlahkan secara aljabar (interferensi 2 gelombang searah). Pada poisi XY
sinyal input pada CH1 dan CH2 dipadukan secara tegaklurus (interferensi
2 gelombang tegaklurus).
10. Volt/div : Selektor untuk mengatur harga tegangan tiap pembagian skala (division)
pada panel.
11. Variable : Untuk mengatur harga tegangan/waktu tiap pembagian skala (division)
secara halus. Pada saat pengukuran tegangan/periode, tombol harus pada
posisi maksimum (kalibrasi).
12. Time/div : Untuk mengatur waktu sapu tiap pembagian skala (division). Kegunaan
langsung adalah untuk mengukur periode gelombang yang diselidiki.
13. Synchron : Untuk mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak bergerak.
14. Slope : Untuk mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik (+)
atau turun (-).
Rumus Osiloskop
- Menghitung Periode
- Menghitung Frekuensi
- Menghitung tegangan puncak-puncak
- Menghitung tegangan efektif
Veff = Vmax x0,707
- Tegangan maksimal
- Arus maksimum
- Arus Efektif
Demikian dari saya .semoga bermafaat untuk anda .mohon maaf apa bila ada yang salah.
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar