Cathode Ray Oscilloscope
Cathode Ray Oscilloscope (CRO) sering disebut dengan osiloskop.
CRO merupakan alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengukur besaran frekuensi dan amplitudo dari suatu sinyal
gelombangontoh sinyal/gelombang yaitu ;
- Sinus
3. Gigi gergaji
- Amplitudo : Kekuatan atau daya gelombang sinyal
- Frekuensi : Jumlah getaran dalam 1 detik
Ø
VERTICAL INPUT : sebagai input terminal Channel
A atau Channel B
Ø
AC-GND-DC : Jika diletakkan
·
AC : sinyal input yang mengandung komponen DC akan
ditahan oleh sebuah kapasitor.
·
GND : terminal input akan terbuka input yang
bersumber dari penguat an internal didalam
oscilloscope akan digrounded .
·
DC : input terminal akan terhubung langsung dengan
penguat yang ada didalam oscilloscope
dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor
Ø
MODE
·
CH-A : untuk tampilan gelombang channel A
·
CH-B : untuk tampilan gelombang channel B
·
DUAL : untuk 2 saluran A dan B
Ø
VOLT/DIV : pelemah vertical
Ø
POSITION : untuk horizontal
Ø
POSITION : untuk vertikal
Ø
EXT.TRIG : untuk men-trigger sinyal input dari
luar
Ø
CAL : untuk
kalibrasi tegangan pada 0,5p-p (peak to peak) atau tegangan
dari puncak kepuncak
Ø
COMP.TEST : saklar untuk merubah fungsi
oscilloscope sebagai penguji komponen (component tester) .
Ø
SLOPE (+)(-)
:penyesuain polaritas slope (bentuk gelombang)
Ø
SYNC : untuk mode pilihan posisi saklar pada ;
AC,HF REJ, dan TV
Ø
SOURCE : penyesuain pemilihan sinyal (synchronize signal selector) jika tombol
SOURCE pada posisi :
·
INT : sinyal dari channel A dan channel
B untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan
·
CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal
dari CH-A
·
CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal
dari CH-B
·
AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan
sumber sinyal AC itu sendiri
·
EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan
sumber sinyal
Ø
FOCUS : untuk menghasilkan tampilan bentuk
gelombang yang optimal
Ø
INTENSITY : pengatur kecerahan tampilan bentuk
gelombang agar mudah dilihat
Ø
TRACE ROTATOR : untuk memposisikan tampilan
garis pada layar agar tetap berada pada posisi horizontak. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar rotator ini
# Pengaturan Awal Dalam Mengoprasikan CRO :
11. Perhatikan sumber tegangan
22. Atur posisi saklar intensity pada posisi
tengah-tengah
33. Atur saklar focus pada posisi tengah-tengah
44. Letakkan switch volt/div posisi 1 volt/div
55. Putar variable searah jarum jam smpai maksimum
66. Letakkan time/div posisi 1 ms/div
77. Putar variable searah jarum jam sampai
maksimum
88. Letakkan saklar source pada posisi ”LINE”
99. Letakkan saklar “POSITION” searah horizontal
pada posisi tengah-tengah
110. Letakkan saklar “POSITION” searah vertical
pada posisi tengah-tengah
111. Letakkan saklae “LEVEL pada posisi
tengah-tengah
112. Atur saklar “MODE”
113. Hidupkan CRO tunggu sampai keluar satu garis
horizontal
# Mengkalibrasi CRO :
- Lakukan terlebih dahulu pengatur awal pada CRO
- Atur posisi switch volt/div
- Atur posisi switch time/div
- Pasang kabel probe pada salah satu terminal input
- Atur mode sesuai terminal input yang dipilih
- Hubungkan ground pada kabel probe dengan ground CRO
- Letakkan posisi saklar AC-GND-DC pada posisi AC
- Tarik CAP pada probe dengan ujung jari, hubungkan dengan terminal CAL pada CRO sampai keluar Supaya gelombang kotak yang tampil pada layar CRO dapat diam pindah posisi saklar SOURCE pada “INT” atau “CH-B”





Tidak ada komentar:
Posting Komentar