Hukum Ohm
Setelah saya memahami tentang kuat
arus listrik (I) dan tegangan listrik (V) dalam benak saya timbul pertanyaan
apa hubungan antara kedua tersebut ? Hubungan
antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru fisika berasal
dari jerman yang bernama George simon ohm,
lebih dikenal sebagai hokum ohm.
Hukum ohm menurut saya dapat
didefinisikan entitas yang lain, yaitu hasil bagi antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I)
dinamakan hambatan listrik atu resistansi (R). Hambatan atau resistansi berguna
untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian
listrik. Yang mengalir melalui suatu rangkain listrik.
Dalam
radio dan televise yaitu mempunyai resistansi yang berguna untuk menjaga kuat
arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen
listrik lainya dapat berfungsi dengain baik.
Untuk berbagi jenis kawat, panjang
kawat, dan penampang terdapat hubungan sebagai berikut.
Dalam kehidupan sehari-hari, tegangan
listrik untuk perumahan dan perkontrakan adalah 220 volt.Oleh karena itu,
alat-alat listrik yang terpasang dirumah kita harus mempunyai nilai tegangan
tertentu. Misalnya sebuah lampu pijar bertuliskan 220-20 volt, artinya lampu
tersebut dapat berpijar atau menyala normal pada tegangan minimum 220 volt da
maksimum 230 volt.
Apabila lampu dipasang pada tegangan
kurang dari 220 volt, lampu menyala redup atau berkedap-kedip. Jika tegangan
listrik di rumah naik secara mendadak melebihi 230 volt, kawat pijar dalam bola
lampu akan putus dan dengan sendirinya lampu akan mati.
Tegangan
yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang
diperturunkan bagi listrik itu.
Sedangkan alat ukur besaran listrik
yang saya ketahui ada 3 macam yaitu :
a.Multitester
Mltimeter juga sering disebut AVO meter adalah alat pengukur listrik
yang sering dikenal sebagai VOM(volt/ohm meter)dapat mengukur tegangan
(voltmeter), hambatan (ohmmeter), maupun arus (ampermeter).
b.Ampermeter
Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan pararel dengan
resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya untuk menaikan batas ukur
ampermeter dan hasil pengukuran juga dapat terbaca pada skla yang ada pada
ampermeter.Kita dapat menggunakan batas ukur 1 A pada skala tertulis angka dari
angka 0 sampai dengan 10.
c.Voltmeter
Volmeter adalah alat untuk mengukur
tegangan listrik atau beda potensial antara dua titk. Volmeter juga menggunakan
galvanometer yang dihubungkan seri dengan resistor.Beda antara voltmeter dengan
ampermeter sbb:
1. Ampermeter
merupakan galvanometer yang dirangkai dengan hambatan shunt secara
seri,sedangkan voltmeter secara pararel
2. Hambatan
shunt yang dipasang pada ampermeter nilainya kecil,sedangkan pada voltmeter
nialinya besar.
- Mengukur
menggunakan voltmeter berbeda dengan menggunakan ampermeter. Jika menggunakan
voltmeter, pemasangan dilakukan secara pararel pada kedu ujung yang akan dicari
beda tegangannya.jika akan mengukur beda tegangan antara ujung-ujung lampu,
kita cukup mengatur batas ukur pada alat dan langsung hubungkan dua kabel dari
voltmeter ke ujung-ujung lampu.
Sekian Postingan Dari Saya Semoga Dapat Bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar