Pengertian
adaptor/Catu daya/Power supply/Sumber daya
listrik
bisa kita peroleh dari
berbagai
sumber misalnya
baterai,
solar sel,
generator AC/DC, dan
jala-jala PLN.

Kaki yang berdekatan dengan gelang putih disebut dengan kaki
posotif (katoda) sedangkan kaki yang satunya adalah kaki negatif
(anoda). Dalam pemasangan dioda maupu kapasitor tidak boleh terbalik,
karena bisa fatal akibatnya, dan salah satu komponen bisa panas bahkan
meledak apabila arus yang mengalir mempunyai tegangan besar.
Didalam blog ini saya hanya ingin berbagi sedikit hal kepada teman teman
teman, mungkin ilmu ini sudah tidak terlalu populer psda masa sekarang
dan hanya merupakan bagain kecil dari semua ilmu dan teknologi yang
berkembang saat ini. Tetapi tidak ada salahnya jika kita saling berbagi
ilmu dan sekecil apapun ilmu itu. Dalam dunia elektronika kita tentunya
tidak bisa terlepas dari semua organ organ atau komponen pokok penyusun
sebuah alat elektronika. Saya akan mengambil salah satu contoh alat
elektronika yang mungkin tidak asing lagi bagi kita, sebuat saja alat
itu adalah Amplifier yang secara khusus difungsikan sebagai alat untuk
memperbesar frekuensi suara. Misalnya dari Tape, VCD, DVD, Pemutar MP3
dan sebagainya. Nah, didalam amplifier sendiri terdapat beberapa kompoen
penyusun. Saya akan mengambil contoh yaitu bagian adaptor atau biasa
disebut dengan bagian yang mengubah arus AC (bolak balik) menjadi arus
DC (searah). Didalam arus DC terdapat dua buah kutub seperti yang kita
ketahui secara umum yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Dan
untuk mengubah arus AC menjadi arus DC baik itu tegangan tinggi maupun
tegangan rendah diperlukan bebebrapa komponen pokok yaitu :
1. Transformator (Trafo)
2. Kondensator elektrolit (Elco)
1. Transformator (Trafo)
2. Kondensator elektrolit (Elco)
3. Dioda
4. Transistor
4. Transistor
4. Kapasitor (jika diperlukan)
Terlebih dahulu kita kenali fungsi masing masing dari komponen diatas.
Transformator berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari
tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya, dengan frekuensi
sama. Transformator (Trafo) adalah suatu peralatan listrik yang termasuk
dalam klasifikasi mesin listrik statis. Untuk pembuatan adaptor yang
difungsikan untuk memprkecil tegangan digunakan tranformatoe step down (penurun
tegangan). Arus yang keluar dari transformator ini lebih kecil tegangan
nya dibandingakan dengan arus sebelumnya sesuai dengan kebutuhan
pemakai dan masih berupa arus AC. Pemakain transformator disasuaikan
juga dengan daya yang dibutuhkan oleh mesin elektronika. Misalnya anda
ingin membuat adaptor untuk sebuah amplifier yang mana amplifier
tersebut membutuhkan tegangan yang cukup tinggi (biasanya antara 32 - 42
volt) maka transformator yang anda gunakan bisa transformator 10 ampere
atu 20 ampere yang biasa kita temukan dipasaran. Output arus dari
transformator seperti itu berkisar antara 12 - 42 volt.

Selanjutnya kita ubah yang tadinya arus AC menjadi arus DC supaya
sebuah alat elektronika bisa bekerja. Adapun kokmponen untuk
mengubahnya, bisa digunakan Dioda dan Kondensator Elektrolit (Elco).
Untuk pembuatn adaptor pada amplifier biasanya jarang digunakan
Kapasitor dan Transistor, umumnya hanya menggunakan Trafo, Dioda dan
Elco. Sebalum menuju ke tahap pembuatan kita mengenal terlebih dahulu
tentang simbol dari Dioda dan dan Elco ynag masing masing mempunyai dua
kutub yaitu positif dan negatif.
Pengertian Dioda adalah komponen elektronika yang terbuat dari
sambungan semikonduktor tipe p dan tipe n. Sambungan tipe p dan tipe n
berfungsi terutama sebagai penyearah arus dalam pengertian dioda. Bahan
tipe p menjadi sisi anoda dan bahan tipe n menjadi sisi katoda. Sisi
anoda di sebut dengan kutub positif sedangkan sisi katoda di sebut
dengan kutub negatif. Dioda yang kita pakai dalam pembuatan sebuah
adaptor adalah Dioda Silikon (untuk penyearah) misalnya dengan tipe
IN4001,IN4007,IN5404 dan lain lain dengan tipe awal IN.
Kaki yang berdekatan dengan gelang putih disebut dengan kaki
posotif (katoda) sedangkan kaki yang satunya adalah kaki negatif
(anoda). Dalam pemasangan dioda maupu kapasitor tidak boleh terbalik,
karena bisa fatal akibatnya, dan salah satu komponen bisa panas bahkan
meledak apabila arus yang mengalir mempunyai tegangan besar.
Komponen yang terakhir yaitu Kondensatoe elektrolit (Elco)
Fungsi Elco dalam rangkaian elektronika adalah di gunakan untuk
meberikan potensial baik (+) maupun (-) dari arus yang keluar melalui
dioda, untk mengetahui nilai kapasitas sebuah elco dalam satuan uF
(mikro Farad). Fungsi Elco sering di sebut sebagai kapasitor polar. Di
dalam kapasitor polar memiliki dua kutub yang berbeda pada tiap kakinya,
sehingga dalam pemasangan komponen ini tidak boleh terbalik ataupun
salah dalam pemasangan.
Elco adalah komponen yang memiliki 2 kaki, yaitu kaki (-) dan kaki (+).
Fungsi Elco juga dapat di bilang sebagai penyimpan arus listrik DC.
Rangkaian Elco sering di pakai dalam rangkaian apapun, seperti power
supply regulator, power dan fungsi lainnya. Kapasitor elco di bagi
menjadi 2 jenis, yaitu kapasitor polar dan kapasitor bipolar / non
polar. Pembagian ini berdasarkan pada polaritas (kutub positif dan
negatif) dari masing masing kapasitor.Tiap elco memiliki tegangan kerja
yang berbeda-beda, biasanya batas maksimal tegangan yang diperbolehkan
untuk sebuah elco tertulis pada bodynya. Tegangan kerja pada elco dapat
dinyatakan dalam bentuk volt yang mana sudah tertulis di badan Elco
tersebut. Cara mengetahui kaki negatif pada elco bisa dilihat pada badan
elco, apabila yang terdapat garis itu merupakan kaki negatif, sedangkan
yang satunya adalah kaki positif. Penggunaan elco disesuaiakan juga
dengan kebutuhan, supaya biaya yang kita keluarkan tidak terlalu mahal,
misalnya kita butuh tegangan 12 volt, ala kadarnya kitan gunakan elco
dengan voltagenya, misal kita gunakan elco dengan voltage 25 volt,
karena semakin besar voltage maupun kapasitas dari eclo semakin mahal
pula harganya.
Sebagai contoh supaya lebih mudah dalam merangkai sebuah adaptor
saya akan mengambil sampel yang mana sebuah alat memerlukan tegangan
sebesar 12 volt. Dan misalnya kita gunakan trafo dengan ukuran 2 Ampere,
elco dengan kapasitas 4700 mikro farad 25 volt, doida dengan tipe
IN4148.
dan agar lebih mudah kita perhatikan gambar dibawah ini.Adaptor/Catu daya merupakan sumber tegangan DC. Sumber tegangan DC ini di butuhkan oleh berbagai macam rangkaian elektronika untuk dapat dioperasikan.Rangkaian inti catu daya / Power Supply ini adalah suatu rangkaian penyearah yaitu rangkain yang mengubah sinyal bolak-balik (AC) menjadi sinyal searah (DC).
![]() |
Proses
pengubahan
dimulai dari
penyearah
oleh diode,penghalusan
tegangan kerut
(Ripple Voltage Filter) dengan
menggunakan condesator dan pengaturan
(regulasi)
oleh
rangkaian
regulator. Penngaturan
meliputi perubahan tingkat tegangan atau arus.Pada
teknik regulasi
perubahan
catu daya,
kita
mengenal
teknik regulasi
daya
linier
dan teknik regulasi
switching.
Kontruksi
dasar
adaptor dengan
transformator
step down
|
Sistem
rangkaian penyearah ada4
fungsi
dasar yaitu
:
- Transformasi (travo) tegangan yang diperlukan untuk menurunkan tegangan yang diinginkan.
- Rangkaian penyearah, rangkaian ini untuk mengubah tingkat tegangan arus bolak balik ke arus searah.
- Filter (Condesator), merupakan rangkaian untuk memproses fluktuasi penyearahan yang menghasilkan keluaran tegangan DC yang lebih rata.
- Regulasi, adalah parameter yang sangat penting pada catu daya dan regulator tegangan dengan bahan bervariasi.
Pada
teknologi moderen
saat ini catu
daya/adaptor/power supply
rata-rata sudah tidak lagi menggunakan transformator step down,
dimana tegangan AC diturunkan terlebih dahulu melalui sebuah
transformator step down lalu keluaran trafo disearahkan dengan dioda
dan diratakan dengan kapasitor elektrolit (elco).

Rangkaian
dasar catu daya sistem switching
|
Catu
daya/adaptor/power supply
sekarang umumnya menggunakan sistem
switching,
sinyal AC dari tegangan jala-jala listrik 220V disearahkan lebih
dahulu menjadi tegangan DC melalui sebuah rangkaian dioda penyearah
dan elco. Tegangan DC hasil penyearahan ini kemudian disaklar on-off
secara terus menerus dengan frekuensi tertentu sehingga memungkinkan
nilai induktor dari trafo menjadi kecil. Hal ini khususnya untuk
memperkecil ukuran power supply.
Sumber : DIEN-ELCOM






Tidak ada komentar:
Posting Komentar