15 Juni 2013

Pengertian Adaptor/Erja Cipto Kristianto/ XI TEIB


Pengertian adaptor/Catu daya/Power supply/Sumber daya listrik bisa kita peroleh dari berbagai sumber misalnya baterai, solar sel, generator AC/DC, dan jala-jala PLN.



Didalam blog ini saya hanya ingin berbagi sedikit hal kepada teman teman teman, mungkin ilmu ini sudah tidak terlalu populer psda masa sekarang dan hanya merupakan bagain kecil dari semua ilmu dan teknologi yang berkembang saat ini. Tetapi tidak ada salahnya jika kita saling berbagi ilmu dan sekecil apapun ilmu itu. Dalam dunia elektronika kita tentunya tidak bisa terlepas dari semua organ organ atau komponen pokok penyusun sebuah alat elektronika. Saya akan mengambil salah satu contoh alat elektronika yang mungkin tidak asing lagi bagi kita, sebuat saja alat itu adalah Amplifier yang secara khusus difungsikan sebagai alat untuk memperbesar frekuensi suara. Misalnya dari Tape, VCD, DVD, Pemutar MP3 dan sebagainya. Nah, didalam amplifier sendiri terdapat beberapa kompoen penyusun. Saya akan mengambil contoh yaitu bagian adaptor atau biasa disebut dengan bagian yang mengubah arus AC (bolak balik) menjadi arus DC (searah). Didalam arus DC terdapat dua buah kutub seperti yang kita ketahui secara umum yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Dan untuk mengubah arus AC menjadi arus DC baik itu tegangan tinggi maupun tegangan rendah diperlukan bebebrapa komponen pokok yaitu :
           1. Transformator (Trafo)
           2. Kondensator elektrolit (Elco)
           3. Dioda
           4. Transistor
           4. Kapasitor (jika diperlukan)
Terlebih dahulu kita kenali fungsi masing masing dari komponen diatas. Transformator berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya, dengan frekuensi sama. Transformator (Trafo) adalah suatu peralatan listrik yang termasuk dalam klasifikasi mesin listrik statis. Untuk pembuatan adaptor yang difungsikan untuk memprkecil tegangan digunakan tranformatoe step down (penurun tegangan). Arus yang keluar dari transformator ini lebih kecil tegangan nya dibandingakan dengan arus sebelumnya sesuai dengan kebutuhan pemakai dan masih berupa arus AC. Pemakain transformator disasuaikan juga dengan daya yang dibutuhkan oleh mesin elektronika. Misalnya anda ingin membuat adaptor untuk sebuah amplifier yang mana amplifier tersebut membutuhkan tegangan yang cukup tinggi (biasanya antara 32 - 42 volt) maka transformator yang anda gunakan bisa transformator 10 ampere atu 20 ampere yang biasa kita temukan dipasaran. Output arus dari transformator seperti itu berkisar antara 12 - 42 volt. 
    
          
       Selanjutnya kita ubah yang tadinya arus AC menjadi arus DC supaya sebuah alat elektronika bisa bekerja. Adapun kokmponen untuk mengubahnya, bisa digunakan Dioda dan Kondensator Elektrolit (Elco). Untuk pembuatn adaptor pada amplifier biasanya jarang digunakan Kapasitor dan Transistor, umumnya hanya menggunakan Trafo, Dioda dan Elco. Sebalum menuju ke tahap pembuatan kita mengenal terlebih dahulu tentang simbol dari Dioda dan dan Elco ynag masing masing mempunyai dua kutub yaitu positif dan negatif.
   
       Pengertian Dioda adalah komponen elektronika yang terbuat dari sambungan semikonduktor tipe p dan tipe n. Sambungan tipe p dan tipe n berfungsi terutama sebagai penyearah arus dalam pengertian dioda. Bahan tipe p menjadi sisi anoda dan bahan tipe n menjadi sisi katoda. Sisi anoda di sebut dengan kutub positif sedangkan sisi katoda di sebut dengan kutub negatif. Dioda yang kita pakai dalam pembuatan sebuah adaptor adalah Dioda Silikon (untuk penyearah) misalnya dengan tipe IN4001,IN4007,IN5404 dan lain lain dengan tipe awal IN.
         Kaki yang berdekatan dengan gelang putih disebut dengan kaki posotif (katoda) sedangkan kaki yang satunya adalah kaki negatif (anoda). Dalam pemasangan dioda maupu kapasitor tidak boleh terbalik, karena bisa fatal akibatnya, dan salah satu komponen bisa panas bahkan  meledak apabila arus yang mengalir mempunyai tegangan besar.
      
  Komponen yang terakhir yaitu Kondensatoe elektrolit (Elco)
 Fungsi Elco dalam rangkaian elektronika adalah di gunakan untuk meberikan potensial baik (+) maupun (-) dari arus yang keluar melalui dioda,  untk mengetahui nilai kapasitas sebuah elco dalam satuan uF (mikro Farad). Fungsi Elco sering di sebut sebagai kapasitor polar. Di dalam kapasitor polar memiliki dua kutub yang berbeda pada tiap kakinya, sehingga dalam pemasangan komponen ini tidak boleh terbalik ataupun salah dalam pemasangan. 
Elco adalah komponen yang memiliki 2 kaki, yaitu kaki (-) dan kaki (+). Fungsi Elco juga dapat di bilang sebagai penyimpan arus listrik DC. Rangkaian Elco sering di pakai dalam rangkaian apapun, seperti power supply regulator, power dan fungsi lainnya. Kapasitor elco di bagi menjadi 2 jenis, yaitu kapasitor polar dan kapasitor bipolar / non polar. Pembagian ini berdasarkan pada polaritas (kutub positif dan negatif) dari masing masing kapasitor.Tiap elco memiliki tegangan kerja yang berbeda-beda, biasanya batas maksimal  tegangan yang diperbolehkan untuk sebuah elco tertulis pada bodynya. Tegangan kerja pada elco dapat dinyatakan dalam bentuk volt yang mana sudah tertulis di badan Elco tersebut. Cara mengetahui kaki negatif pada elco bisa dilihat pada badan elco, apabila yang terdapat garis itu merupakan kaki negatif, sedangkan yang satunya adalah kaki positif. Penggunaan elco disesuaiakan juga dengan kebutuhan, supaya biaya yang kita keluarkan tidak terlalu mahal, misalnya kita butuh tegangan 12 volt, ala kadarnya kitan gunakan elco dengan voltagenya, misal kita gunakan elco dengan voltage 25 volt, karena semakin besar voltage maupun kapasitas dari eclo semakin mahal pula harganya.
 
     Sebagai contoh supaya lebih mudah dalam merangkai sebuah adaptor saya akan mengambil sampel yang mana sebuah alat  memerlukan tegangan sebesar 12 volt. Dan misalnya kita gunakan trafo dengan ukuran 2 Ampere, elco dengan kapasitas 4700 mikro farad 25 volt, doida dengan tipe IN4148.
dan agar lebih mudah kita perhatikan gambar dibawah ini.







Adaptor/Catu daya merupakan sumber tegangan DC. Sumber tegangan DC ini di butuhkan oleh berbagai macam rangkaian elektronika untuk dapat dioperasikan.Rangkaian inti catu daya / Power Supply ini adalah suatu rangkaian penyearah yaitu rangkain yang mengubah sinyal bolak-balik (AC) menjadi sinyal searah (DC).




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGvUBQnTQ8f49IKdCLkZX5L5nCnZwLw8FvQEIkArT0twDfGBSS9mFv4XoBG74vQ7MVgn0rYirEu_ZO2xZRx7iN7TR4pTT-DEwEzRUlZOnd_lVOwsf9dOZZb7_UJA949T_HbXzrHEs9YiA/s1600/Macam-macam+adaptor.jpg

Macam-macam Adaptor / Catu daya / Power supply
Proses pengubahan dimulai dari penyearah oleh diode,penghalusan tegangan kerut (Ripple Voltage Filter) dengan menggunakan condesator dan pengaturan (regulasi) oleh rangkaian regulator. Penngaturan meliputi perubahan tingkat tegangan atau arus.Pada teknik regulasi perubahan catu daya, kita mengenal teknik regulasi daya linier dan teknik regulasi switching.





Pengertian Adaptor / Catu Daya`



Kontruksi dasar adaptor dengan transformator step down
Sistem rangkaian penyearah ada4 fungsi dasar yaitu :
  1. Transformasi (travo) tegangan yang diperlukan untuk menurunkan tegangan yang diinginkan
  2. Rangkaian penyearah, rangkaian ini untuk mengubah tingkat tegangan arus bolak balik ke arus searah. 
  3. Filter (Condesator), merupakan rangkaian untuk memproses fluktuasi penyearahan yang menghasilkan keluaran tegangan DC yang lebih rata. 
  4. Regulasi, adalah parameter yang sangat penting pada catu daya dan regulator tegangan dengan bahan bervariasi. 
Pada teknologi moderen saat ini catu daya/adaptor/power supply rata-rata sudah tidak lagi menggunakan transformator step down, dimana tegangan AC diturunkan terlebih dahulu melalui sebuah transformator step down lalu keluaran trafo disearahkan dengan dioda dan diratakan dengan kapasitor elektrolit (elco).



Pengertian Adaptor / Catu Daya`
Rangkaian dasar catu daya sistem switching
Catu daya/adaptor/power supply sekarang umumnya menggunakan sistem switching, sinyal AC dari tegangan jala-jala listrik 220V disearahkan lebih dahulu menjadi tegangan DC melalui sebuah rangkaian dioda penyearah dan elco. Tegangan DC hasil penyearahan ini kemudian disaklar on-off secara terus menerus dengan frekuensi tertentu sehingga memungkinkan nilai induktor dari trafo menjadi kecil. Hal ini khususnya untuk memperkecil ukuran power supply.

Sumber : DIEN-ELCOM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar