28 Juni 2013

Pengertian Dan Rangkaian Adaptor

ADAPTOR Nama lain : Adaptor mempunyai nama lain : 1. Power Suply 2. Catu Daya 3. Adaptor 4. Stabillizer

Adaptor adalah sebuah rangkaian elektronika yang dapat mengubah tegangan AC menjadi DC. Rangkaian ini adalah alternatif pengganti dari sumber tegangan DC, misalnya batu baterai dan accumulator. Keuntungan dari adaptor dibanding dengan batu baterai atau accumulator adalah sangat praktis berhubungan dengan ketersediaan tegangan karena adaptor dapat di ambil dari sumber tegangan AC yang ada di rumah, di mana pada jaman sekarang ini setiap rumah sudah menggunakan listrik. Selain itu, adaptor mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas asal ada tegangan AC, tegangan AC ini sudah merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. 

BAGIAN-BAGIAN

Adaptor sederhana terdiri dari :

1. Bagian input tegangan yang merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghubung sumber tegangan AC dari stop kontak yang ada di dalam rumah. Bagian ini terdiri dari jack/steker dan kabel input.  

Stop Kontak adalah konektor  sumber tegangan AC dari listrik PLN yang digunakan
untuk menyalurkan tegangan pada adaptor melalui kabel input tegangan

2. Bagian Penurun Tegangan yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC 220 Volt menjadi tegangan yang lebih kecil, misalnya 3 volt, 4,5 volt, 6 volt, 7,5 volt, 9 volt, atau 12 volt. Untuk memilih output tegangan ini digunakan rotary switch/saklar puter/saklar 1 induk 6 anak. Trafo yang digunakan adalah jenis step down, dapat menggunakan trafo dengan arus 500 mA (mili Ampere).
Tegangan input sebesar 220V lalu masuk ke tegangan output trafo
menjadi lebih kecil : 3 V, 4,5 V, dll.

3. Bagian Penyearah, yaitu mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Komponen utamanya adalah dioda.
Dioda yang digunakan berjumlah 4 dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk jembatan dioda atau bridge dioda.
Bridge Dioda dengan menggunakan 4 Dioda yang dirangkai sedemikian rupa
sehingga dapat menghasilkan tegangan DC (-) dan (+)
Gambar fhisik Trafo

4. Bagian Filter atau penyaring yang berfungsi untuk menghilangkan tegangan AC yang masih lewat. Efek dari tegangan AC yang lewat ini adalah munculnya suara dengung. Komponen yang dibutuhkan antara lain IC penstabil tegangan dan elco

5. Bagian Output Tegangan yang berfungsi sebagi keluaran tegangan berupa tegangan DC. Besar keluaran tegangan DC ini sesuai dengan tegangan output pada trafo step down yang diatur oleh rotary switc sesuai yang diinginkan.

Rangkaian ini sangat sederhana, PCB-nya sangat mudah di cari di pasaran. Komponen sebagai pelengkap antara lain :
1.
Lampu pilot sebagai lampu indikator yang mana digunakan sebagai kontrol apakah input tegangan sudah masuk atau belum.
2.
Sekring yang berfungsi sebagai keamanan apabila ada hubung singkat.
3.
Saklar on/off yang berfungsi untuk memutus arus jika sudah tidak dimanfaatkan untuk mengaktifkan rangkaian elektronika.

Sebuah adaptor yang baik memiliki bagian bagian sebagai berikut :
Keterangan :
Bagian Input Tegangan
Input tegangan pada power supply adalah berupa tegangna arus bolak balik (AC) 220v
Komponen yang terdapat pada bagian input adalah :
  • Steker
  • Sikring
  • Lampu Indikator
Bagian Step down
Bagaimana ini berfungsi menurunkan tegangna AC 220v dari bagian input menjadi tegangna AC yang lebih rendah misalnya : 6v, 9v, atau 12v.
Komponen yang terdapat pada rangkaian ini adalah :
  • Trafo Step up
  • Trafo Step down
Bagian Rectifier
Bagian ini berfungsi menyearahkan arus, dari arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC)
Komponen yang terdapat pada bagian ini adalah
  • Silikon
Ada  3 macam rectivier yaitu :
  • Half wave rectifier (penyearah setengah gelombang),
  • Full wave Rectivier (penyearah gelombang penuh dengan center tetap),
  • Full wave Rectivier (penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda).
Gambar . Half Wave Rectifier
Gambar . Full Wave Rectifier
Gambar . Full Wave Bridge Rectifier
Bagian Filter
Bagian ini berfungsi menyaring arus DC yang masih berdenyut (atau yang masih mengandung arus AC ) sehingga menjadi rata.
Komponen yang terdapat pada bagian ini adalah
  • Elco
  • Transistor
  • Resistor
Ada 3 macam filter yaitu:
Filter C
Filter ini menggunakan kondensator yang dipasang secara parallel dibagian output penyearah baik penyearah setengah gelombang maupun penyearah gelombang penuh.
Filter CLC
Filter CRC bertransistor
Keunggulan filter ini adalah tergangan outputnya mendekati rata .Namun karena resistor bernilai cukup besar , maka arus outputnya semaki kecil ,sehingga filter ini hanya cocok untuk arus yang kecil.
Bagian Stabilizer
Bagian ini berfungsi untuk menstabilkan tegangan DC
Komponen yang terdapat pada bagian ini adalah
  • Diode zener
  • IC  yang didalamnya berisi rangkaian regulator atau IC Regulator
Bagian Regulator
Bagian ini berfungsi untuk mengatur kestabilan arus
Komponen yag terdapat pada bagian ini adalah :
  • Transistor
  • Resistor
  • Kondensator
  • IC
Bagian Output 
Dapat berupa perangkat audio maupun video.


27 Juni 2013

RESISTOR


RESISTOR

Resistor adalah komponen elektronika yang sering di gunakan dalam membuat rangkaian,
komponen tersebut berfungsi untuk menahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian yang berupa terminal dua komponen elektronika yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang akan melewati resistor sesuai dengan hukum ohm ( π )
( V = IR ).
resistor tidak memiliki negative dan positif, tetapi resistor memiliki karakteristik yaitu :
1  .      Resistansi
2  .      Toleransi
3  .      Tegangan kerja maksimum
4  .      Power rating.

Fungsi resistor adalah sebagai pengatur  dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian, resistor  dalam komponen rangkaian sangat berpengaruh bagi komponen lainnya.
resistor juga berfungsi sebagai tahanan atau penghabat tegangan arus, resistor termasuk dalam komponen fasip.

Beberapa fungsi resistor :
1  .      Resistor berfungsi sebagai pembagi arus.
2  .      Resistor berfungsi sebagai pembatas / pengatur arus.
3  .      Resistor berfungsi sebagai penurun tegangan.
4  .      Resistor berfungsi sebagai pembagi tegangan.
5  .      Resistor berfungsi sebagai penghambat arus listrik.
        
        GAMBAR RESISTOR
Design by :  Putri Anggrayni
  
Kode Warna Resistor :

Design by :  Putri Anggrayni

      + Trimpot
Resistor jenis trimpot merupakan esistor yang nilai resistansinya dapat diubah dengan memutar porosnya menggunakan obeng. Missal tripot dengan nilai 10K Ohm maka trimpot tersebut dapat diubah nilai resistansinya dari 0 Ohm sampai 10K ohm.

      + Potensiometer
Resistor ini merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat diubah – ubah dengan cara memutaor porosnya melalui tuas yang telah tersedia. Nilai dari potensiometer yang beredar dipasaran ada 2 macam, yaitu :
1.      Nilai resistansinya yang dapat diubah secara logaritmis
2.      Nilai resistansinya yang dapat di ubah secara linier
.

Sumber : http://duniaelektonika.blogspot.com/2013/01/pengertian-resistor_25.html

MENENTUKAN KAKI KOLEKTOR DAN KAKI EMITOR PADA TRANSISTOR

Buat kalian yang biasa nya kesulitan untuk menentukan kaki transistor terutama kaki kolektor dan kaki emitor wajib baca postingan saya ini .
  • Menentukan Kaki Basis, Sekaligus Menentukan Jenis Transistor Untuk menentukan kaki basis kita harus tau karakter kaki basis ini, yaitu dengan cara hubungan fordward bias pada basis ke kolektor dan basis ke emitor serta refervse bias dari kolektor ke basis dan emitor ke basis pada jenis transistor NPN dan kondisi sebaliknya pada jenis PNP. Pada tahap ini kita harus memisalkan kaki-kaki transistor tersebut dengan nama lain, sebagai contoh kaki 1 kaki 2 dan kaki 3. Kemudian set multimeter ke Ohm meter x10 atau x100 kemudian kita cari kaki basis dengan : Hubungkan probe merah ke salah satu kaki, misal kaki 1 kemudian probe hitam dihubungkan ke kedua kaki yang lain, apabila multimeter memberikan nilai ukur resistansi yang rendah (jarum bergerak lebar) pada keduanya maka kaki 1 adalah kaki basis untuk transistor PNP. Dan NPN apabila probe pada posisi kaki 1 adalah probe hitam dengan hasil ukur seperti sebelumnya. Jika hanya pada satu kaki 2 atau 3 saja yang bergerak kemungkinan basis nya 2 atau 3. Ulangi, carilah konfigurasi sampai ditemukan jarum meter bergerak semua. Pastikan basis sudah ketemu dan jenis transistor NPN atau PNP .
  • NPN: Kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah maka jarum bergerak. kemudian bila dibalik kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam jarum tidak bergerak.
  • PNP: Kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam maka jarum bergerak. kemudian bila dibalik kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah jarum tidak bergerak.

  •  Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor Kaki basis sudah ditentukan kemudian kita dapat menetukan kaki kolektor dan emitor dengan konsep transistor sebagai saklar. Untuk menetukan kaki kolektor dan emitor settingan multimeter di pindah ke Ohm meter x10KOhm, Kemudian lakukan teknik berikut. Misalnya transistor NPN. Hubungkan probe hitam pada salah satu kaki selain basis dengan cara menempelkan probe bersama jari tangan kita (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu) Hubungkan probe merah pada kaki yang lain (juga selain basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan. Sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor Untuk transistor PNP caranya sama cuma posisi probe merah dan probe hitam dibalik.
Sekian dulu informasi dari saya moga bermanfaat aja buat yang baca :) .