27 Juni 2013

MENENTUKAN KAKI KOLEKTOR DAN KAKI EMITOR PADA TRANSISTOR

Buat kalian yang biasa nya kesulitan untuk menentukan kaki transistor terutama kaki kolektor dan kaki emitor wajib baca postingan saya ini .
  • Menentukan Kaki Basis, Sekaligus Menentukan Jenis Transistor Untuk menentukan kaki basis kita harus tau karakter kaki basis ini, yaitu dengan cara hubungan fordward bias pada basis ke kolektor dan basis ke emitor serta refervse bias dari kolektor ke basis dan emitor ke basis pada jenis transistor NPN dan kondisi sebaliknya pada jenis PNP. Pada tahap ini kita harus memisalkan kaki-kaki transistor tersebut dengan nama lain, sebagai contoh kaki 1 kaki 2 dan kaki 3. Kemudian set multimeter ke Ohm meter x10 atau x100 kemudian kita cari kaki basis dengan : Hubungkan probe merah ke salah satu kaki, misal kaki 1 kemudian probe hitam dihubungkan ke kedua kaki yang lain, apabila multimeter memberikan nilai ukur resistansi yang rendah (jarum bergerak lebar) pada keduanya maka kaki 1 adalah kaki basis untuk transistor PNP. Dan NPN apabila probe pada posisi kaki 1 adalah probe hitam dengan hasil ukur seperti sebelumnya. Jika hanya pada satu kaki 2 atau 3 saja yang bergerak kemungkinan basis nya 2 atau 3. Ulangi, carilah konfigurasi sampai ditemukan jarum meter bergerak semua. Pastikan basis sudah ketemu dan jenis transistor NPN atau PNP .
  • NPN: Kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah maka jarum bergerak. kemudian bila dibalik kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam jarum tidak bergerak.
  • PNP: Kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam maka jarum bergerak. kemudian bila dibalik kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah jarum tidak bergerak.

  •  Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor Kaki basis sudah ditentukan kemudian kita dapat menetukan kaki kolektor dan emitor dengan konsep transistor sebagai saklar. Untuk menetukan kaki kolektor dan emitor settingan multimeter di pindah ke Ohm meter x10KOhm, Kemudian lakukan teknik berikut. Misalnya transistor NPN. Hubungkan probe hitam pada salah satu kaki selain basis dengan cara menempelkan probe bersama jari tangan kita (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu) Hubungkan probe merah pada kaki yang lain (juga selain basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan. Sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor Untuk transistor PNP caranya sama cuma posisi probe merah dan probe hitam dibalik.
Sekian dulu informasi dari saya moga bermanfaat aja buat yang baca :) .

langkah-langkah membuat pcb menggunakan setrika

Cara Membuat PCB dengan Seterika | Ada beberapa macam cara yang kita bisa lakukan jika ingin membuat PCB yang kita gunakan untuk merangkai sebuah rangkaian pesawat elektronika. Kita ketahui bahwa PCB dilapisi lapisan logam (tembaga) yang berfungsi sebagai penghubung antar komponen, Lapisan logam ini nantinya akan menjadi kabel yang tersusun rapi, setelah kita melarutkan pada larutan FerryClorit + air.


Beberapa cara yang bisa anda lakukan membuat PCB tersebut, diantaranya :
  • Metode fotografik, gambar jalur rangkaian pada film (kertas tembus cahaya) diletakan di atas papan lapis tembaga kosong yang sudah dipekacahayakan (dilapisi bahan foto resist). Kemudian secara fotografi, papan beserta film disinari (ekspose) untuk memindahkan bayangan gambar jalur rangkaian ke atas papan lapis tembaga kosong. Metode fotografik ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan  yaitu : larutan NaOH, Larutan Positif-20 dan Lampu Ulta Violet (UV)
  • Metode sablon, gambar jalur rangkaian pada film (kertas tembus cahaya) dipindahkan ke screen yang kemudian digunakan untuk membuat gambar jalur rangkaian pada papan lapis tembaga kosong. Metode sablon, dibutuhkan bahan-bahan seperti pada teknik sablon biasa seperti kasa-screen, tiner sablon, cat dan lainnya. Metode sablon ini sangat cocok jika kita mebuat PCB dengan jumlah yang banyak
  • Metode mencetak langsung dengan printer, metode ini yang paling mudah dan sangat optimal hasilnya serta paling mudah dikerjakan, tetapi biaya yang dibutuhkan sangat mahal karena membutuhkan mesin alat cetak (printer) khusus. Biasanya metode seperti ini digunakan oleh pabrik elektronika. 
  • Metode gambar langsung, jalur rangkaian digambar langsung di atas bahan papan lapis tembaga kosong (PCB Polos) dengan menggunakan tinta (spidol) / cat atau bahan tempel (rugos) yang tahan (resist) terhadap cairan pelarut, dengan menggunakan metode ini anda dituntut lebih trampil menyalin layout ke PCB.  Metode ini cocok jika rangkaian elektronika yang akan kita buat tidak terlalu rumit dan dan dengan jumlah sedikit.
  • Metode Transfer gambar dengan seterika, metode ini menggunakan kertas transparan / kertas biasa (HVS) yang berisi gambar layout rangkaian, kemudian di transfer/dipindah dengan cara menyetrika.
  • dll
Sesuai dengan judul artikel metode terakhir (Metode Transfer gambar dengan seterika) yang akan kita bahas, sedangkan cara yang lainnya akan dibahas dilain waktu.

Metode Transfer gambar dengan seterika ini merupakan cara yang sangat mudah dan praktis kita kerjakan serta tidak memerlukan dana besar, tetapi kita hanya bisa membuat satu PCB saja. PCB yang rumitpun bisa anda kerjakan, hanya sedikit membutuhkan ketelitian dan keterampilan anda.

Berikut bahan dan alat yang diperlukan :
  • Gambar layout PCB /jalur PCB, anda bisa menggunakan program/Software PCB Designer, Diptrace, eagle atau lainnya untuk menggambar Layout PCB ini.
  • Kertas HVS 70-gram / Kertas Transparan disediakan di toko foto copy (pilih salah satu saja)
  • PCB polos
  • Seterika listrik
  • Printer
  • FerryClorit (ada di toko-toko penjual komponen elektronika) + air
  • Sabun Pembersih (gunakan sabun pembersih piring lebih ok)
  • Sikat Baja (sikat yang biasa digunakan ibu-ibu mencuci piring)
  • Lem castol
  • Spidol 
Langkah-langkahnya :
  • Cetak layout PCB pada kertas dengan printer (usahakan printer yang digunakan menghasilkan gambar padat / terang)
  • Foto copy hasil cetakan pada kertas HVS 70-gram atau pada kertas transparan (mika untuk OHP).  Hasil foto copy diusahakan padat juga (terang).
  • Bersihkan PCB polos, dengan menggunakan sabun pembersih dan sikat pelan-pelan, sehingga tembaga lapisan PCB benar-benar bersih (ngecling) tidak ada bekas jari tangan dan lemak yang menempel. kemudian tunggu sampai kering (lebih cepat dijemur).
  • Siapkan seterika listrik, atur temperatur pada pada posisi tengah (suhu sedang)
  • Tempelkan kertas HVS 70-gram atau kertas transparan gambar  layout rangkaian hasil foto copy pada PCB dengan posisi gambar menempel pada lapisan tembaga. Beri lem castol sedikit saja pada ujung-ujungnya agar tidak bergeser saat menyetrika.
  • Silakan seterika seperti anda menyeterika baju dengan merata sambil  ditekan, lakukan sekitar 5-10 menit, dinginkan PCB, ulangi lagi menyetrika, sampai gambar terasa sudah mnempel.
  • Kemudian diamkan PCB sampai dingin :
    - (jika menggunakan kertas HVS70-gram) setelah dingin rendam dalam air kira-kira 30 menit).   pastikan kertas benar-benar hancur/lunak dan mudah dikelupas
    - (jika menggunakan kertas transparan) setelah dingin buka / kuliti pelan-pelan kertas transparan tersebut.
  • Periksa dengan teliti hasilnya, terkadang ada sedikit gambar layout yang tidak menempel (hilang) / hasil kurang sempurna, jika demikian gunakan spidol untuk menerangi / menambah gambar yang hilang tersebut.
  • Larutkat PCB pada campuran FerryClorit + air, dikocok pelan-pelan, sehingga lapisan tembaga yang tidak terkena tempelan gambar hilang.
  • Langkah terakhir adalah angkat PCB dari larutan, kemudian bersihkan PCB dengan mengunakan sabun serta sikat pelan-pelan.

CARA MEMBUAT PAPAN RANGKAIAN TERCETAK


Ada beberapa type PCB kosong yang ada dipasaran yaitu SINGLE SIDE, DOUBLE SIDE dan MULTI LAYER.Single Side artinya papan PCB tersebut hanya mempunyai satu sisi yang dilapisi oleh lempeng tembaga.Double Side artinya papan PCB tersebut mempunyai dua sisi yang dilapisi oleh lempeng tembaga dan lapisan fibernya ada diantara dua lapisan tembaga tersebut.Sedangkan untuk type Multi Layer biasanya hanya dibuat oleh pabrik pembuat peralatan tersebut.Type multi layer ini terdiri dari beberapa lapis tembaga dan fiber yang disusun secara berselingan.
 
PCB type sigle side

PCB type Doubleside


PCB type Multilayer

Warna orange pada gambar diatas adalah sisi dari lempeng tembaga, sedangkan yang berwarna coklat adalah lapisan fiber. Lapisan tembaga inilah yang nantinya menjadi konduktor dari komponen yang satu ke komponen lainnya, sedangkan lapisan fiber sebagai isolator, karena tidak dapat menghantarkan listrik.

Koneksi antar komponen melalui jalur tembaga pada PCB

Untuk membuat jalur-jalur pada PCB diperlukan suatu teknik kimia dengan bantuan cairan FeCl3 ( Ferri Cloride ) proses ini sebenarnya mirip dengan pengkikisan batu tebing dipinggir laut yang habis dikikis oleh gelombang air laut yang sedikit-demi sedikit mengkikisnya. Dalam dunia ELEKTRONIKA proses ini dinamakan ETCHING.

Banyak cara untuk melakukan proses ETCHING ini, salah satunya seperti yang dituturkan diatas. Tapi untuk Industri yang berskala besar, proses seperti diatas bukanlah sebuah pilihan yang baik, karena disamping memakan waktu yang cukup lama hasilnya pun tidak memadai, untuk itu biasanya perusahaan yang berskala besar menggunakan proses ELEKTROLISIS untuk menghasilkan sebuah PCB yang bagus dan dapat diproses dengan cepat serta hasilnya memadai, tapi yah proses itu tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk Home Industri justru sebaliknya proses ETCHING seperti yang dituturkan diatas lah yang paling murah dan mudah.

Untuk tip berikut saya hanya akan membahas proses ETCHING dengan cara seperti diatas yaitu menggunakan larutan FeCl3 sebagai katalisnya. Tidak perlu panjang lebar lagi sekarang mari kita mulai proyek pembuatan PCB pertama kita dengan cara yang seperti diuraikan diatas dengan langkah dibawah ini.

Perlengkapan yang diperlukan untuk proyek latihan kita sebagai berikut :

1. PCB Kosong berukuran 25 X 25 cm jenis single side.
2. Spidol anti air ( Permanent Ink ) merk apa saja contoh ARTLINE, SNOWMAN, ARROW, BOXI dll.
3. 150 gr bubuk FeCl3 ( ferri clorida ) dapat dibeli ditoko kimia.
4. 500 ml air bersih, kalau bisa usahakan pakai air panas.
5. Sebuah Baki dari plastik ukuran bebas yang penting PCB diatas nantinya bisa terendam.
6. Thinner untuk menghilangkan sisa SPIDOL
7. Sebuah penjepit dari bambu untuk menjepit PCB yang akan di proses

Sebagai sarana latihan kita coba perhatikan rangkaian elektronika dibawah ini.

Rangkain Power suplai yang akan dibuatkan PCB nya

Setelah Anda perhatikan dengan baik skema diatas mari kita mulai latihan kita. Yang pertama sekali Anda perhatikan adalah bahwa komponen elektronika nantinya berada pada lapisan fiber sedangkan kaki-kaki komponen elektronika tersebut berada pada lapisan tembaga, dimana nantinya kaki komponen tersebut akan disolder denga timah. ( lihat kembali gambar diatas kalau belum paham ). Maka dari itu posisi dari arah komponen terutama yang mempunya tiga kaki atau lebih seperti transistor, IC dan Resistor jenis trimer ( TRIMPOT ) digambarkan dalam posisi cermin, lihat gambar dibawah ini untuk lebih jelasnya





Posisi layout PCB untuk komponen yang

mempunyai 3 kaki atau lebih adalah posisi cermin

Baiklah kalau Anda sudah mengerti, sekarang kita kembali ke proyek kita. Lihat lagi gambar diatas, Pada rangkaian itu ada beberapa komponen elektronika yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Tindakan pertama kita yaitu menyiapkan PCB kosong dan Spidol tahan air, kita akan melukiskan jalur-jalur dari rangkaian dengan spidol pada lapisan tembaga dari PCB. Nantinya pada hasil akhir jalur yang kita gambarkan dengan spidol itulah yang menjadi jalur koneksi antar komponen.Perhatikan lagi gambar berikut.

Pelukisan dasar jalur PCB dari rangkaian catudaya

Nah gambar diatas adalah layout dasar dari rangkaian elektronika yang akan dibuat PCB nya. Titik titik putih nantinya akan kita lubangi dengan BOR listrik atau BOR tangan dengan mata bor berdiameter 0,5 mm. Tapi juga perlu Anda ketahui bahwa Semakin banyak atau lebar lapisan tembaga yang terbuang, maka semakin banyak pula cairan FeCl3 ( Ferri Clorida ) yang dibutuhkan. Jadi agar pemakaian dari FeCl3 dapat dikurangi dan juga agar jalur yang kita buat nanti tidak mudah terkelupas, maka kita usahakan memblok jalur yang mempunyai koneksi yang sama. Memang kelihatannya tidak bagus, tapi ini lebih baik sebab jalur yang kita buat nanti akan terlihat kokoh dan tidak mudah terkelupas. Sehingga Rancangan PCB kita menjadi seperti berikut ini. Pemblokan ini terserah dari selera Anda, Anda bisa saja membuat yang lebih cantik dan indah dipandang asal jalur yang tidak berhubungan jangan ikut di Blok dan juga perhatikan jangan sampai terlalu rapat dengan jalur yang lain.

Pemblokan jalur PCB untuk mengurangi pemakaian FeCl3

Langkah selanjutnya setelah kita melukiskan PCB kosong dengan spidol seperti yang diterangkan diatas adalah menyiapkan BAKI atau WADAH dari Plastik. Ingat wadah harus dari plastik atau bahan yang bukan terbuat dari logam, karena bila wadahnya terbuat dari logam nanti akan ikut TERKOROSI oleh cairan FeCl3.

Setelah wadah disiapkan, masukan 150 gr bubuk FeCl3 pada wadah lalu masukan sedikit demi sedikt air panas ( 70o C ) kedalam wadah berisi bubuk FeCl3 tersebut dan aduk perlahan lahan agar semua bubuk Ferri Cloride tersebut terlarut dalam air.

Masukan PCB rancangan tadi ke dalam wadah yang berisi larutan FeCl3, gunakan penjepit dari bambu untuk memegang PCB.Kibas-kibaskan PCB didalam larutan tadi sampai lapisan tembaga pada PCB yang tidak tertutup oleh SPIDOL ikut terlarut dalam cairan tersebut.

Setelah semua lapisan tembaga yang tidak tertutup oleh Spidol menghilang, angkat PCB tersebut dan bilaslah dengan air bersih sampai sisa larutan FeCl3 tidak ada lagi, setelah itu keringkan.Setelah kering gunakan Thinner untuk menghilangkan lapisan SPIDOL yang masih melekat pada PCB, sehingga hasilnya nampak seperti ini.
biasanya dilaminasi dengan lapisan perak (mahal), liquid tin ( mahal & jarang ada), atau di lapisi ( tipis) dengan cat semprot (lacquer) transparan.

INDUKTOR

Assalamualam,wr,wb.

Dalam dunia elektronika sering kita dengan yang nama nya induktor. Disini saya akan menjelaskan tentang Induktor.

Induktor atau Reaktor adalah sebuah komponen pasif yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet disebut induktansi, dalam satuan Henry.

Sumber :blog.uad.ac.id
Di atas adalah macam - macam gambar induktor

Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat yang dililit yang berbentuk kumparan. Induktor adalah salah satu komponen elektronika dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangan nya berubah - ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Fungsi Induktor sebagai berikut:
1. tempat terjadinya gaya magnet
2. pelipatan tegangan 
3. pembangkit getaran 

Mohon maaf apabila ada kesalahan pengucapan kata - kata di atas saya akhiri materi tentang induktor semoga bisa bermanfaat bagi pembaca dan saya akhiri dengan Assalamualaikum,wr,wb.
 

Dioda

DIODA


Dioda Adalah komponen Elektronika Yang Hannya Memperbolehkan Arus Listrik Mengalir dalam satu arah Sehingga Dioda Sering Kali Disebut Pennyearah. Dioda Terbuat Dari Bahan Semikonduktor Jenis Silikon Dan Germanium


Kaki Dioda Yang Terhubung Pada Semikonduktor Tipe P dinamakan Anoda Sedangkan Yang Terhubung Pada Swmikonduktor Adalah Tipe N Disebut Katoda


Cara Mengukur Dioda Menggunakan Multimeter
-)Ambil multimeter kemudian putara selektornya ke x1 kemudian lakukan kalibrasi.
-)Hubungkan Kabel Merah kekutub katoda, dan kebel Hitam kekutub anoda. Nah kalau jarum berjalan dan menunjukkan nulai tertentu berarti dioda bagus, tapi kalau jarum tidak bergerak sama sekali dioda putus (rusak).
-)Ets jangan senang dulu kalau jarum bergerak, cobalagi dengan membalikkan polaritasnya. Apabila jarum bergerak dioda dinyatakan bocor, dan sebaliknya kalau jarum tidak bergerak dioda dinyatakan Baik




Fungsi Dioda

Dalam elektronika, dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir, dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan.
Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya, dioda dapat dianggap sebagai versi elektronik dari  katup pada transmisi cairan.
Dioda dapat ber-fungsi sebagai penyearah sinyal tegangan AC menjadi sinyal DC. Dengan menggunakan sebuah dioda dapat digunakan sebagai penyearah setengah gelombang, sebaliknya dengan menggunakan 4 buah dioda yang dirangkai seperti jembatan dapat menjadi penyearah gelombang penuh atau dapat dilakukan dengan menggunakan 2 buah dioda dengan trafo yang memiliki center tap.
Pennyearah Setengah Gelombang
Pennyearah Setengah Gelombang Hannya Menggunakan 1 Buah Dioda Sebagai Komponen Utama Dalam Mennyearahkan Gelombang AC. Perinsip Kerja dari Pennyearah Setengah Gelombang ini Adalah Mengambil Sisi Sinnyal Positip (+) Dari Gelombang AC dari Transformator.
Dari Transformator Memberikan Output Sisi Positip (+) Dari Gelombang AC, Maka Dioda Dalam Keadaan Forwatd Bias Sehingga Sisi Positip Pada Gelombang AC Tersebut Dilewatkan Pada Saat Transformator Memberikan Sinnyal Negatip (-) AC Mka Dioda Dalam Posisi reverse bias, Sehingga Sisi Sinnyal Negatip tegangan AC tersebut ditahan atau tidak dilewatkan seperti Terlihat pada Pennyearah Setengah Gelombang

Pennyearah Gelombang Penuh
Pennyearah Gelombang Penuh dapat dibuat degan 2 macam yaitu menggunakan 4 diodedan 2 diode. Untuk Membuat Pennyearah Gelombang Penuh dengan 4 diode menggunakan transformator non-CT
Prinsip Kerja dari Pennyearahgelombanng penuh dengan 4 diode dimulai pada saat output transformator memberikan level tangan sisi positip, Maka D1, D4 pada posisi forward bias dan D2, melalui D1 ke D4. Kemudian pada Saat Output Transformator memberikan level tegangan sisi puncak negatif maka D2, D4 pada posisi Forward bias dan D1, D2 pada posisi reverse bias sehingga level tegangan sisi negatip tersebut dialirkan melalui D2, D4. Untuk lebih Jelasnya dapat dilihat pada Grafik Output

Dioda sebenarnya tidak menunjukkan kesearahan hidup-mati yang sempurna (benar-benar menghantar saat panjar maju dan menyumbat pada panjar mundur), tetapi mempunyai karakteristik listrik tegangan-arus taklinier kompleks yang bergantung pada teknologi yang digunakan dan kondisi penggunaan. Beberapa jenis dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.


Motor Listrik

 Motor Listrik

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu bahkan mainan sekalipun contohnya  tamiya.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.

Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.




Gambar :
Macam - macam Motor Listrik.
 

Prinsip Kerja Motor Listrik
Prinsip kerja motor listrik
Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama : Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan. Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004): Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).



Running LED

Running LED

Pada postingan ini saya akan menjelaskan tentang running led yang saya pahami.pengertian running led yang saya ketahui adalah lampu led yang bergerak dari satu lampu ke lampu yang lain.Rangkaian running LED terdiri dari IC 555 dan IC 4017.IC 555 sebagai pewaktu dan IC 4017 sebagai pencacah.Dengan menggunakan beberapa LED yang berfungsi sebagai output,pada output ini akan dapat mengeluarkan cahaya yang dapat berjalan dari LED pertama sampai ke LED yang terakhir dan kembali lagi seperti semula dan seterusnya.Untuk dapat menjalankan rangkaian ini kita memerlukan arus DC yaitu batrai,kita dapat menggunakan batrai yang 9 volt.Dengan rangkaian running led ini kita dapat membuat berbagai kreasi lampu led yang dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita,misalnya kita ingin membuatnya dengan membentuk huruf dan lain-lain.
IC 555 berfungsi sebagaipenggerak IC 4017, IC ini mengeluarka denyutan pulse high dan low secara bergantian,buktinya terdapat pada output LED yang berwarna merah dan biru seperti rangkaian yang saya buat,LED akan berkedap kedip bergantian antara LED pertama dengan yang lainnya.Pada rangkaian running led pin 3 yang terdapat pada IC 555 di masukkan ke pin 14 pada IC 4017.
KOMPONEN-KOMPONEN dan bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat rangkaian running led yaitu:
1.       IC 555(TIMER)
2.       IC 4017
3.       PCB polos
4.       Batrai 9v
5.       Resistor 820 ohm
6.       Resistor 4k7 ohm
7.       Resistor 1k
8.       Resistor 330 ohm
9.       Potensio 500k
10.   LED 11 buah
11.   Ferrit(fecl3)
12.   Solder
13.   Penyedot timah
14.   Timah
15.   Kabel kecil


GAMBAR RANGKAIAN RUNNING LED :

Flowchart
A.Pengertian Flowchart
   Flowchart atau biasa disebut diagram alir adalah sebuah diagram dengan      simbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritme dan proses yang       menyatakan arah alur program dalam menyelesaikan masalah.
B.Pedoman-Pedoman Dalam Membuat flowchart
   Cara membuat Flowchart yang baik dan benar yaitu sebagai berikut
 1.Flowchart sebaiknya digambar dari atas dan mulai dari bagian kiri dari         suatu halaman.
2.kegiatan didalam Flowchart harus ditunjukkan dengan jelas.
3.Harus diawali darimana kegiatan akan dimulai dan dimana kegiatan akan      berakhir(Biasanya Diawali dari titik Start dan diakhiri dengan End)
C.Bagian-bagian dari Flowchart
    1.Start:Untuk memulai sebuah program
    2.Input/Output;untuk masukan dan keluaran data
    3.end:untuk mengakhiri sebuah program

CATHODE RAY OSCILLOSCOPE

CATHODE RAY OSCILLOSCOPE

·         CRO singkatan dari Cathode Ray Oscilloscope. Sering di sebut dengan Osiloskop. Merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran:
·       Amplitudo adalah kekuatan / daya gelombang
·       Frekuensi adalah kekuatan dalam detik / jumlah getaran yang terjadi dalam detik
·       Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan getaran sempurna.



 
·       Contoh sinyal/gelombang yaitu :





.   Sinus , bentuknya


.   Kotak , bentuknya  
.Gergaji , bentuknya

*      Pengaturan Awal Dalam Mengoprasikan CRO :

1.      Perhatikan sumber tegangan
2.      Atur posisi saklar intensity pada posisi tengah-tengah
3.      Atur saklar focus pada posisi tengah-tengah
4.      Letakkan switch volt/div posisi 1 volt/div
5.      Putar variable searah jarum jam smpai maksimum
6.      Letakkan time/div posisi 1 ms/div
7.      Putar variable searah jarum jam sampai maksimum
8.      Letakkan saklar source pada posisi  ”LINE”
9.      Letakkan saklar “POSITION” searah horizontal pada posisi tengah-tengah
10.  Letakkan saklar “POSITION” searah vertical pada posisi tengah-tengah
11.  Letakkan saklae “LEVEL pada posisi tengah-tengah 
12.  Atur saklar “MODE”
13.  Hidupkan CRO tunggu sampai keluar satu garis horizontal



*      Mengkalibrasi CRO :
1.      Lakukan terlebih dahulu pengatur awal pada CRO
2.      Atur posisi switch volt/div
3.      Atur posisi switch time/div
4.      Pasang kabel probe pada salah satu terminal input
5.      Atur mode sesuai terminal input yang dipilih
6.      Hubungkan ground pada kabel probe dengan ground CRO
7.      Letakkan posisi saklar AC-GND-DC pada posisi AC
8.      Tarik CAP pada probe dengan ujung jari, hubungkan dengan terminal CAL pada CRO sampai keluar Supaya gelombang kotak yang tampil pada layar CRO dapat diam pindah posisi saklar SOURCE pada “INT” atau “CH-B”