26 Juni 2013

Gerbang Logika



Gerbang logika merupakan suatu gerbang yang memiliki input dan output. Baik input ataupun output hanya dapat bernilai satu dari 2 kemungkinan yaitu high atau low. Dalam implementasinya high dan low adalah tegangan listrik dan merupakan konsep digital. Nilai high direpresentasikan oleh simbol 1, dan nilai low direpresentasikan oleh simbol 0
Ada beberapa jenis gerbang logika yang saya ketahui,yaitu:
- Gerbang Logika AND
Rangkaian AND dinyatakan sebagai Y=A*B, dan output rangkaian Y menjadi “1” hanya ketika kedua input A dan B bernilai “1”, dan output Y menjadi “1” pada nilai A dan B yang lain.
- Gerbang Logika NOT
            Rangkaian NOT juga dikenal sebagai inverter dan dinyatakan sebagai Y = A’. Nilai output Y merupakan negasi dari nilai input A. Jika input A bernilai “1’, maka nilai output Y menjadi “0” demikian sebaliknya.
- Gerbang Logika OR
            Rangkaian OR dinyatakan dalam Y = A + B, dan output rangkaian Y menjadi “0” hanya ketika kedua input A dan B bernilai “0”, dan Y menjadi “1” pada nilai A dan B yang lain.
- Gerbang Logika NAND
            Rangkaian NAND dinyatakan sebagai https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXG_cjivbzw2Pu0YwO4LNru58-UGTWsS8qm4ciwbX9zPHd5o_tUYS6PJsE6Hiu3CWIBewJfcwCmVdiVmbnIo30jzgYR8O3bwKe-EXoX8hyphenhyphenVLRDNhYdTrpfUh7nTj00sFOslDOn2YQOiSg/s200/rumus.JPG dan output Y bernilai “0” ketika kedua input A dan B bernilai “1”, dan “0” untuk nilai yang lain.
- Gerbang Logika NOR
            Rangkaian NOR dinyatakan sebagai [rumus1.JPG], dan output Y bernilai “1” ketika kedua input A dan B bernilai “0”, dan output Y menjadi “0” untuk nilai-nilai input yang lain.


HUKUM OHM



Hukum Ohm

           Setelah saya memahami tentang kuat arus listrik (I) dan tegangan listrik (V) dalam benak saya timbul pertanyaan apa hubungan antara kedua tersebut ? Hubungan  antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru fisika berasal dari jerman yang bernama George simon ohm, lebih dikenal sebagai hokum ohm.
          Hukum ohm menurut saya dapat didefinisikan entitas yang lain, yaitu hasil bagi antara  beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atu resistansi (R). Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Yang mengalir melalui suatu rangkain listrik.
Dalam radio dan televise yaitu mempunyai resistansi yang berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainya dapat berfungsi dengain baik.
           Untuk berbagi jenis kawat, panjang kawat, dan penampang terdapat hubungan sebagai berikut.



         Dalam kehidupan sehari-hari, tegangan listrik untuk perumahan dan perkontrakan adalah 220 volt.Oleh karena itu, alat-alat listrik yang terpasang dirumah kita harus mempunyai nilai tegangan tertentu. Misalnya sebuah lampu pijar bertuliskan 220-20 volt, artinya lampu tersebut dapat berpijar atau menyala normal pada tegangan minimum 220 volt da maksimum 230 volt.

      Apabila lampu dipasang pada tegangan kurang dari 220 volt, lampu menyala redup atau berkedap-kedip. Jika tegangan listrik di rumah naik secara mendadak melebihi 230 volt, kawat pijar dalam bola lampu akan putus dan dengan sendirinya lampu akan mati.
Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang diperturunkan bagi listrik itu.

        Sedangkan alat ukur besaran listrik yang saya ketahui ada 3 macam yaitu :

a.Multitester
         Mltimeter juga sering disebut AVO meter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM(volt/ohm meter)dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohmmeter), maupun arus (ampermeter).

b.Ampermeter
        Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan pararel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya untuk menaikan batas ukur ampermeter dan hasil pengukuran juga dapat terbaca pada skla yang ada pada ampermeter.Kita dapat menggunakan batas ukur 1 A pada skala tertulis angka dari angka 0 sampai dengan 10.

c.Voltmeter
      Volmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik atau beda potensial antara dua titk. Volmeter juga menggunakan galvanometer yang dihubungkan seri dengan resistor.Beda antara voltmeter dengan ampermeter sbb:
1.      Ampermeter merupakan galvanometer yang dirangkai dengan hambatan shunt secara seri,sedangkan voltmeter secara pararel
2.      Hambatan shunt yang dipasang pada ampermeter nilainya kecil,sedangkan pada voltmeter nialinya besar.

- Mengukur menggunakan voltmeter berbeda dengan menggunakan ampermeter. Jika menggunakan voltmeter, pemasangan dilakukan secara pararel pada kedu ujung yang akan dicari beda tegangannya.jika akan mengukur beda tegangan antara ujung-ujung lampu, kita cukup mengatur batas ukur pada alat dan langsung hubungkan dua kabel dari voltmeter ke ujung-ujung lampu.


Sekian Postingan Dari Saya Semoga Dapat Bermanfaat

Elektronika Industri

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Saya Muhammad Anwar  Dari Smkn 5 Banjarmasin Jurusan TEI B

Saya akan menjelaskan sedikit tentang :

Membaca kode warna RESISTOR !
Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai hambatan pada rangkaian elektronika. Atau Pada penjelasan lain Resistor adalah komponen elektronik dengan dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik. Berdasarkan hokum Ohm, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, digambarkan dengan rumus

UK RESISTANCE
Ohm (simbol: Ω adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama Georg Ohm.
Untuk satuannya adalah :
Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
KΩ = 1 000Ω
MΩ = 1 000 000Ω
Cara membaca nilai Resistor
Dan Tabelnya

Gerbang Logika Dasar

Resistor adalah suatu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus listrik. Resistor yang ada dipasaran memiliki ukuran daya dan nilai resistansi. Nilai daya resistor yang ada dipasaran diantaranya 1/16W, 1/8W, 1/4 W, 1/2W, 1W, 2W, 5W, 10W dan 20W. Sedangkan nilai resistansi suatu resistor dituliskan dengan 2 cara, untuk resistor dengan ukuran fisik besar dan resistor dengan fisik SMD dituliskan dengan kode angka dipermukaan fisiknya. Sedangkan untuk resistor dengan ukuran fisik kecil sering dituliskan dengan kode warna. Kode warna dalam elektronika merupakan salah satu teknik penulisan nilai suatu komponen elektronika dengan warna. Warna-warna yang ada dalam kode warna untuk penulisan resistansi resistor adalah:

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/membaca-kode-warna-resistor/
Copyright © Elektronika Dasar
 Gerbang Logika Dasar adalah blok dasar untuk mem bentuk rangkaian Elektronika digital.Geerbang Logika dasar merupakan rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika.
  • Sebuah gerbang logika mempunyai satuterminal output Dansatuatau lebih termnal input
  • Output-outputnya bisa bernilai HIGH (1) atau LOW (0) tergantungdarilevel-level digital padaterminal inputnya.

  • Ada7 gerbanglogikadasar:AND,OR,NOT, NAND,NOR, Ex-OR, Ex-NOR 
  • Gerbang AND.
    Tabel kebenaran Gerbang AND:
    Gerbang OR

  • Tabel kebenaran Dari Gerbang OR;

  • 3. Gerbang NOT

    4.Gerbang NAND dan tabel kebenarannya
  •  
    5. Gerbang NOR dan Tabel kebenarannya
  •  

    6.Gerbang Ex-Or dan tabel kebenarannya
  •  
     
    7. Gerbang Ex No
  •  
    Cara Mengetahui Baik Tidaknya Komponen
  •  
    Caranya adalah dengan langkah-langkah berikut di bawah ini:
    1)      Mula-mula saklar multimeter diputar ke atas. Tanda panah ke atas tepatnya R x Ohm
    2)      Kalibrasi sampai jarum multimeter menunjukkan angka nol tepat saat dua colok (+) dan colok (-) dihubungkan. Putar adjusment untuk menyesuaikan.
    3)      Hubungkan colok (-) dengan kaki berkutub negatif kondensator, sedangkan colok (+) dengan kaki positif kondensator. Lihat jarum. Apabila bergerrak dan tidak kembali berarti komponen tersebut masih baik. Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti komponen rusak. Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali dipastikan putus.
    1. Cara Menguji RESISTOR
    1.      Memutar saklar sampai pada posisi R x Ohm.
    2.      Kalibrasi dengan menghubungkan colok (+) dan colok (-). Kemudian memutar penyetel sampai jarum menunjuk pada angka nol (0). Atau putar control adjusment untuk menyesuaikan.
    3.      Setelah itu kita hubungkan pencolok (+) pada salah satu kaki resistor, begitu pula colok (-) pada kaki yang lain.
    4.      Perhatikan jarum penunjuk. Apakah ia bergerak penuh atau sebaliknya jika bergerak dan tak kembali berarti komponen masih baik. Bila sebaliknya jarum penunjuk skala tidak bergerak berarti resistor rusak.
    5.      Komponen resistor yang masih baik juga bisa dinilai dengan sama atau tidak nilai komponen resistor yang tertera pada gelang-gelang warnanya dengan pengukuran melalui multimeter
     2. Cara Menguji TRANSFORMATOR ( Trafo )
     
    1.      Putar multimeter saklar pada posisi Ohm 1x.
    2.      Kalibrasi.
    3.      Hubungkan colok (-) dengan salah satu kaki di gulungan primer, colok (+) pada kaki yang lain di gulungan primer. Bila jarum bergerak maka trafo dalam keadaan baik.
    4.      Pada gulungan sekunder lakukan hal yang sama. Apabila jarum multimeter bergerak-gerak maka trafo dalam keadaan baik. Selisih nilai sama dengan selisih tegangan yang tertera pada trafo.
    5.      Letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer kemudian colok yang lain ke gulungan sekunder. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan primer dengan sekunder dengan body trafo. Lakukan hal sebaliknya.
    6.      Langkah terakhir, letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer atau sekunder kemudian colok yang lain ke plat pengikat gulungan yang berada di tengah. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan dengan body trafo
    3. Cara Menguji DIODA
     
    1.     Anda posisikan Avometer pada posisi ohm dengan skala rendah
    2.     Tentukan terlebih dahulu elektroda anoda dan katoda dari dioda tersebut
    3.   Hubungkan terminal + (positip) meter dengan Anoda dari dioda yang akan ditest sedangkan terminal – (negatip) meter dengan Katoda dioda. (hubungan ini adalah reverse).
    4.     Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter tidak akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum bergerak, maka dapat dikatakan dioda terhubung singkat (rusak).
    5.     Ulangi langkah 2 diatas dengan polaritas sebaliknya, dimana Anoda dihubungkan dengan negatip meter dan Katoda dengan positip meter. (hubungan ini adalah forward),
    •    Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum meter tidak bergerak, maka dapat dikatakan dioda putus (rusak)
    5.Cara menguji DIODA LED

    1.     Dari pengujian di peroleh data sebagai berikut: Ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda), LED tidak menyala.
    2.       Ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda), LED menyala
    6. Cara Menguji TRANSISTOR
     

    Transistor ekivalen dengan dua buah dioda yang digabung, sehingga prinsip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Untuk transistor jenis NPN, pengujian dengan jangkah pada x100, penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi.
    Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
    Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah, pada emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak.
    Untuk transitor jenis PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN.
    Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE, ialah salah parameter penting suatu transistor.
    Dengan circuit seperti pada gambar, dapat diperkirakan bahan transistor. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan silicon
     
    Sekian Trima kasih :D wasalam 
    MuhammadAnwar969@Gmail.com
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus listrik. Resistor yang ada dipasaran memiliki ukuran daya dan nilai resistansi. Nilai daya resistor yang ada dipasaran diantaranya 1/16W, 1/8W, 1/4 W, 1/2W, 1W, 2W, 5W, 10W dan 20W. Sedangkan nilai resistansi suatu resistor dituliskan dengan 2 cara, untuk resistor dengan ukuran fisik besar dan resistor dengan fisik SMD dituliskan dengan kode angka dipermukaan fisiknya. Sedangkan untuk resistor dengan ukuran fisik kecil sering dituliskan dengan kode warna. Kode warna dalam elektronika merupakan salah satu teknik penulisan nilai suatu komponen elektronika dengan warna. Warna-warna yang ada dalam kode warna untuk penulisan resistansi resistor adalah:

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/membaca-kode-warna-resistor/
Copyright © Elektroni
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus listrik. Resistor yang ada dipasaran memiliki ukuran daya dan nilai resistansi. Nilai daya resistor yang ada dipasaran diantaranya 1/16W, 1/8W, 1/4 W, 1/2W, 1W, 2W, 5W, 10W dan 20W. Sedangkan nilai resistansi suatu resistor dituliskan dengan 2 cara, untuk resistor dengan ukuran fisik besar dan resistor dengan fisik SMD dituliskan dengan kode angka dipermukaan fisiknya. Sedangkan untuk resistor dengan ukuran fisik kecil sering dituliskan dengan kode warna. Kode warna dalam elektronika merupakan salah satu teknik penulisan nilai suatu komponen elektronika dengan warna. Warna-warna yang ada dalam kode warna untuk penulisan resistansi resistor adalah

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/membaca-kode-warna-resistor/
Copyright © Elektronika Dasar
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus listrik. Resistor yang ada dipasaran memiliki ukuran daya dan nilai resistansi. Nilai daya resistor yang ada dipasaran diantaranya 1/16W, 1/8W, 1/4 W, 1/2W, 1W, 2W, 5W, 10W dan 20W. Sedangkan nilai resistansi suatu resistor dituliskan dengan 2 cara, untuk resistor dengan ukuran fisik besar dan resistor dengan fisik SMD dituliskan dengan kode angka dipermukaan fisiknya. Sedangkan untuk resistor dengan ukuran fisik kecil sering dituliskan dengan kode warna. Kode warna dalam elektronika merupakan salah satu teknik penulisan nilai suatu komponen elektronika dengan warna. Warna-warna yang ada dalam kode warna untuk penulisan resistansi resistor adalah:

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/membaca-kode-warna-resistor/
Copyright © Elektronika Dasar
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus listrik. Resistor yang ada dipasaran memiliki ukuran daya dan nilai resistansi. Nilai daya resistor yang ada dipasaran diantaranya 1/16W, 1/8W, 1/4 W, 1/2W, 1W, 2W, 5W, 10W dan 20W. Sedangkan nilai resistansi suatu resistor dituliskan dengan 2 cara, untuk resistor dengan ukuran fisik besar dan resistor dengan fisik SMD dituliskan dengan kode angka dipermukaan fisiknya. Sedangkan untuk resistor dengan ukuran fisik kecil sering dituliskan dengan kode warna. Kode warna dalam elektronika merupakan salah satu teknik penulisan nilai suatu komponen elektronika dengan warna. Warna-warna yang ada dalam kode warna untuk penulisan resistansi resistor adalah:

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/membaca-kode-warna-resistor/
Copyright © Elektronika Dasar


Gerbang Logika Dasar

Assalamu'alaikum Wr.Wb
saya akan menjelaskan sedikit tentang gerbang logika dasar.

Gerbang logika dasar adalah blok dasar untuk mem bentuk rangkaian Elektronika digital.Geerbang Logika dasar merupakan rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika.
  • Sebuah gerbang logika mempunyai satuterminal output Dansatuatau lebih termnal input
  • Output-outputnya bisa bernilai HIGH (1) atau LOW (0) tergantungdarilevel-level digital padaterminal inputnya.
  • Ada7 gerbanglogikadasar:AND,OR,NOT, NAND,NOR, Ex-OR, Ex-NOR
1
  1. Gerbang And

2
Operasi And :
  • Jika input A dan B keduanya HIGH,maka Outputnya akan HIGH
  • Jika input A dan B salah satunya atau keduanya LOW, maka Outputnya akan LOW
Tabel Kebenaran Gerbang And – 2 Input sebagai berikut :
tabel-kebenaran-gerbang-and
Cara Kerja Gerbang And
3
Gerbang And dengan banyak input
d6

        2.Gerbang Or

logic-gate-or-us
Operasi Or :
  • Jika input A dan B keduanya HIGH,maka Outputnya akan HIGH
  • Jika Input A dan B keduanya LOW maka Outoutnya akan LOW
Tabel Kebenaran Gerbang Or – 2 input
Tabel Kebenaran 3
Cara Kerja Gerbang Or
4
Gerbang Or dengan banyak input
5

         3. Gerbang Not/Inverter

6
Operasi Gerbang Not :
  • Jika input A HIGH,maka Output akan LOW
  • Jika inpu A LOW maka Outputnya akan HIGH
Tabel Kebenaran Gerbang Not
tabel-kebenaran-gerbang-not

       4. Gerbang Nand

gerbang-nand
Operasi Gerbang Nand :
  • Merupakan inversi (kebalikan) ari operasi Gerbang And
  • Jika input A dan B HIGH,maka Outputnya akan LOW
  • Jika input A atau B atau keduanya LOW maka outputnya akan HIGH
Gerbang Nand dengan banyak input
7

       5. Gerbang Nor

7
Operasi Gerbang Nor :
  • Merupakan inversi (kebalikan) dari opeasi gerbang Or
  • Jika input A dan B keduanya LOW,maka Outputnya akan HIGH
  • Jika input A atau B salah satu atau keduanya HIGH maka Outputnya akan LOW

6. Gerbang Ex-Or

7a2
Operasi Ex-Or :
  • Ex-Or adalah kependekan dari Exclusive Or
  • Jika salah satu dari kedua input HIGH (bukan keduanya),maka Outputnya akan HIGH
  • Jika kedua inputnya bernilai LOW semua atau HIGH maka outputnya akan LOW
Tabel Kebenaran  Gerbang Ex-Or
preview_html_m6c29bdc3      Persamaan Logika Ex-Or : X=A+B
BerdasarkanTabelKebenarandiatas(yang bernilaioutput = 1), Ex-OR dapatdisusundarigerbangdasar: AND, OR danNOTPersamaanEX-OR (dariAND, OR danNOT) :X = AB + AB

       7. Gerbang Ex-Nor

preview_html_f34e959
Operasi Ex-Nor :
  • Merupakan kebalika dari Gerbang Ex-Or
  • Jika salah satu dari inputnya HIGH (bukan keduanya),maka Outputnyaakan LOW
  • Jika kedua inputnya bernilai lOW Semua atau HIGH semua,maka nilainya akan HIGH .


Demikian dari saya .semoga bermafaat untuk anda .mohon maaf apa bila ada yang salah.
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb