26 Juni 2013

PENGGUNAAN CATHODA RAY OSCILLOSCOPE ( CRO )

Assalamu'alaikum Wr.Wb

saya akan menjelaskan sedikit tentang CRO..

Cathoda Ray Oscilooscope (CRO) merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk
memperlihatkan bentuk gelomban listrik, mengukur tegangan listrik dc maupun ac, mengukur
frekuensi gelombang listrik, dan mengukur beda fase gelombang listrik. Berbeda dengan voltmeter
ac yang mengukur langsung tegangan efektif, tegangan listrik ac yang dapat diukur langsung
dengan CRO adalah tegangan puncak-kepuncak dan tegangan maksimum. CRO tidak dapat
digunakan untuk mengukur arus listrik secara langsung. Secara tidak langsung pengukuran arus
listrik dilakukan dengan mengukur tegangan, kemudian membaginya dengan hambatan yang ujungujungnya
diukur tegangannya tadi. Secara umum CRO dapat diklasifikasikan menjadi CRO satu
masukan (single channel) yang dapat digunakan untuk mengukur satu gelombang listrik saja, CRO
dua masukan (dual channel) yang dapat digunakan untuk mengukur dua gelombang listrik
sekaligus, dan CRO dua sumber bedil electron (dual beam) yang dapat digunakan untuk mengukur
lebih dari dua gelombang listrik sekaligus. Contoh CRO dapat dilihat pada gambar di bawah














Untuk dapat menggunakan CRO, maka perlu mengenal tombol-tombol yang ada pada panel
CRO. Tombol-tombol yang penting antara lain :
Beberapa tombol yang penting antar lain:
1. Power : Untuk menghidupkan dan mematikan CRO

2. Intensity : Untuk mengatur intensitas berkas cahaya (elektron) pada layar. Sebaiknya
dijaga agar tidak pada kedudukan maksimum.

3. Focus : Untuk mengatur ketajaman gambar pada layar.

4. Position : Untuk mengatur kedudukan gambar secara vertikal.

5. . Position : Untuk mengatur posisi horisontal gambar (gelombang).

6. Input : Terminal untuk menghubungkan sinyal input (yang akan diukur) dengan
CRO. Untuk CRO dual channel ada 2 terminal input yakni CH1(X) INPUT
dan CH2 (Y) INPUT. Pada umumnya hubungan terminal ini dengan sinyal
yang akan diukur menggunakan peraba (probe).

7. AC-GND-DC : Selektor untuk mengatur sambungan input sinyal listrik yang akan diukur.
Pada posisi AC komponen dc dari sinyal input diblokir oleh kapasitor dalam
CRO sehingga sinyal yan terukur adalah ac murni. Pada posisi GND
termnal nput diputus dan amplifier dibumikan. Akibatnya sinyal input tidak
dapat masuk CRO. Pada posisi DC terminal input dihubungkan langsung
dengan amplifier sehingga semua komponen sinal input diperkuat dan
ditampilkan. Artinya sinyal yang terlihat pada CRO adalah komponen dc
dan ac.


8.    : Terminal untuk hubungan dengan bumi (ground)


9. Mode : Selektor untuk mengatur tampilan sinyal input. Pada posisi CH1 sinyal
input pada channel 1 ditampilkan. Pada posisi CH2 sinyal input pada
channel 2 ditampilkan. Pada posisi DUAL sinyal input pada CH1 dan CH2
ditampilkan bersama. Pada posisi ADD sinyal input pada CH1 dan CH2 dijumlahkan secara aljabar (interferensi 2 gelombang searah). Pada poisi XY
sinyal input pada CH1 dan CH2 dipadukan secara tegaklurus (interferensi
2 gelombang tegaklurus).

10. Volt/div : Selektor untuk mengatur harga tegangan tiap pembagian skala (division)
pada panel.

11. Variable : Untuk mengatur harga tegangan/waktu tiap pembagian skala (division)
secara halus. Pada saat pengukuran tegangan/periode, tombol harus pada
posisi maksimum (kalibrasi).

12. Time/div : Untuk mengatur waktu sapu tiap pembagian skala (division). Kegunaan
langsung adalah untuk mengukur periode gelombang yang diselidiki.

13. Synchron : Untuk mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak bergerak.

14. Slope : Untuk mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik (+)
atau turun (-).




Rumus Osiloskop
  • Menghitung Periode
T= Div H x Time/ Div

  • Menghitung Frekuensi
F= 1/T

  • Menghitung tegangan puncak-puncak
Vpp= Div V x Volt/Div

  • Menghitung tegangan efektif
Veff = Vpp/1,414
Veff = Vmax x0,707

  • Tegangan maksimal
Vmax = Vpp/2

  • Arus maksimum
Imax = Veff/ 1.414

  • Arus Efektif
Ieff= Imax/1.414


Demikian dari saya .semoga bermafaat untuk anda .mohon maaf apa bila ada yang salah.

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb






















MENGGUNAKAN MULTIMETER




Assalamu'alaikum Wr.Wb
Saya ingin berbagi kepada teman-teman.Dalam sebuah alat ukur electronika saaya akan mengambil salah satu contoh alat ukur elektronika yaitu multimeter.


http://sambores.blogspot.com/
Seperti yang kita ketahui multimeter adalah alat ukur untuk mengukur arus listrik, tegangan, dan resistansi. Multimeter ada dua, yaitu multimeter analog dan digital. Tentu multimeter analog dapat mengukur lebih akurat dan lebih mudah digunakan daripada muleti meter analog.Banyak orang yang masih merasa bingung dalam menggunakan alat tersebut dikarenakan buku panduan yang disertakan dalam pembelian terlalu simpel ataupun masih menggunakan bahasa inggris atau bahasa cina. Berikut artikel yang saya ambil tentang bagaimana cara menggunakan alat multimeter
Bentuk dari multimeter analog yang sering kita lihat adalah seperti yang ada disamping

Cara menggunakan Multimeter:
Mengukur tegangan DC
  • Atur Selektor pada posisi DCV.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
  • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
  • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
  • Baca hasil ukur pada multimeter.

Mengukur tegangan AC
  • Atur Selektor pada posisi ACV.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
  • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
  • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
  • Baca hasil ukur pada multimeter.
Mengukur kuat arus DC
  • Atur Selektor pada posisi DCA.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA.
  • Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu.
  • Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung.
  • Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya.
  • Baca hasil ukur pada multimeter.
  Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
  • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
  • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
  • Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.
Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
  • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur.
  • Hubungkan kedua probe multimeter pada jedua ujung resistor boleh terbalik.
  • Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.
Mengecek hubung-singkat / koneksi
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu).
  • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya.
  • Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau terminal tersebut putus.
 Mengecek diode
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
  • Hubungkan probe multimeter (-) pada anoda dan probe (+) pada katoda.
  • Jika diode yang dicek berupa led maka batas ukur pada X1 dan saat dicek, led akan menyala.
  • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti dioda baik, jika tidak menunjuk berarti dioda rusak putus.
  • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada anoda dan probe (-) pada katoda.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti dioda baik, jika bergerak berarti dioda rusak bocor tembus katoda-anoda.
  Mengecek transistor NPN
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
  • Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor .
  • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
  • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
  • Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
  • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
  • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
  • Hubungkan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
  • Note : pengecekan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) padakolektor tidak diperlukan.
  Mengecek transistor PNP
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
  • Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
  • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
  • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
  • Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
  • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
  • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
  • Hubungkan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor.
  • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
  • Note : pengecekan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor tidak diperlukan.
  Mengecek Kapasitor Elektrolit (Elko)
  • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
  • Pilih skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.
  • Hubungkan probe multimeter (-) pada kaki (+) elko dan probe (+) pada kaki (-) elko.
  • Pastikan jarum multimeter bergerak kekanan sampai nilai tertentu (tergantung nilai elko) lalu kembali ke posisi semula.
  • Jika jarum bergerak dan tidak kembali maka dipastikan elko bocor.
  • Jika jarum tidak bergerak maka elko kering / tidak menghantar.
Demikian dari saya dari X TEI B.mohon maaf apabila ada yang salah.semoga bermanfaaat untuk anda.

Wasalamu'alaikum Wr.Wb