25 Juni 2013

Cathode Ray Oscilloscope

Cathode Ray Oscilloscope (CRO) sering disebut dengan osiloskop. CRO merupakan  alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran frekuensi dan amplitudo dari suatu sinyal gelombangontoh sinyal/gelombang yaitu ;
  1. Sinus 

     
2. Kotak   






3. Gigi gergaji
   


  •   Amplitudo :  Kekuatan atau daya gelombang sinyal
  •  Frekuensi :  Jumlah getaran dalam 1 detik 
     



 
Ø  VERTICAL INPUT : sebagai input terminal Channel A atau Channel B
Ø  AC-GND-DC : Jika diletakkan
·         AC : sinyal input yang mengandung komponen DC akan ditahan oleh sebuah kapasitor.
·         GND : terminal input akan terbuka input yang bersumber dari penguat an internal didalam oscilloscope  akan digrounded .
·         DC : input terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada didalam oscilloscope dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor
Ø  MODE
·         CH-A : untuk tampilan gelombang channel A
·         CH-B : untuk tampilan gelombang channel B
·         DUAL : untuk 2 saluran A dan B
Ø  VOLT/DIV : pelemah vertical
Ø  POSITION                  : untuk horizontal
Ø  POSITION               : untuk  vertikal

Ø  EXT.TRIG : untuk men-trigger sinyal input dari luar
Ø  CAL : untuk  kalibrasi tegangan pada 0,5p-p (peak to peak)  atau tegangan dari puncak kepuncak
Ø  COMP.TEST : saklar untuk merubah fungsi oscilloscope sebagai penguji komponen (component tester) .
Ø  SLOPE (+)(-)  :penyesuain polaritas slope (bentuk gelombang)
Ø  SYNC : untuk mode pilihan posisi saklar pada ; AC,HF REJ, dan TV
Ø  SOURCE : penyesuain pemilihan sinyal (synchronize signal selector) jika tombol SOURCE pada posisi :
·         INT : sinyal dari channel  A dan channel  B untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan
·         CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A
·         CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B
·         AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber  sinyal AC itu sendiri
·         EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG  dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal
Ø  FOCUS : untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal
Ø  INTENSITY : pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat
Ø  TRACE ROTATOR : untuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap berada pada posisi horizontak. Sebuah  obeng dibutuhkan untuk memutar rotator ini




# Pengaturan Awal Dalam Mengoprasikan CRO :
11.       Perhatikan sumber tegangan
22.       Atur posisi saklar intensity pada posisi tengah-tengah
33.       Atur saklar focus pada posisi tengah-tengah
44.       Letakkan switch volt/div posisi 1 volt/div
55.       Putar variable searah jarum jam smpai maksimum
66.       Letakkan time/div posisi 1 ms/div
77.       Putar variable searah jarum jam sampai maksimum
88.       Letakkan saklar source pada posisi  ”LINE”
99.       Letakkan saklar “POSITION” searah horizontal pada posisi tengah-tengah
110.   Letakkan saklar “POSITION” searah vertical pada posisi tengah-tengah
111.   Letakkan saklae “LEVEL pada posisi tengah-tengah  
112.   Atur saklar “MODE”
113.   Hidupkan CRO tunggu sampai keluar satu garis horizontal



# Mengkalibrasi CRO :
  1.     Lakukan terlebih dahulu pengatur awal pada CRO 
  2.     Atur posisi switch volt/div 
  3.   Atur posisi switch time/div  
  4. Pasang kabel probe pada salah satu terminal input  
  5. Atur mode sesuai terminal input yang dipilih 
  6. Hubungkan ground pada kabel probe dengan ground CRO 
  7. Letakkan posisi saklar AC-GND-DC pada posisi AC 
  8. Tarik CAP pada probe dengan ujung jari, hubungkan dengan terminal CAL pada CRO sampai keluar Supaya gelombang kotak yang tampil pada layar CRO dapat diam pindah posisi saklar SOURCE pada “INT” atau “CH-B”



 
PENGERTIAN ACTIVE HIGH,ACTIVE LOW,FALLING EDGE,RISING EDGE

*ACTIVE HIGH adalah suatu kondisi dimana suatu pin akan aktif pada saat diberi tegangan atau logika 1.

*ACTIVE LOW adalah suatu kondisi dimana jika tidak diberi tegangan atau logika 0 maka pin akan aktif.

*FALLING EDGE merupakan daerah transisi dari nilai logika 1 menjadi nilai logika 0 jadi suatu pin dikatakan falling edge berarti pin tersebut aktif jika mendapat transisi dari high ke low.

*RISNG EDGE merupakan transisi dari nilai logika 0 menjadi logika 1,jadi suatu pin tersebut aktif jika mendapat transisi dari low ke high.
cathoda ray osciloscop atau yg sering disebut CRO .
 adalah suatu alat yg dapat mengukur besaran frequncy dan amplitudo dari suatu sinyal  atau gelombang.
  sinyal/gelombang yg ada di CRO seperti bentuk :
kotak, sinus, dan gigi gergaji
pengertian dari AMPITUDO  adalah 'kekuatan
atau gelombang daya sinyal'
FREQUENCY adalah jumlah getaran dalam satu detik 
PERIODA adalah selang waktu yg diperlukan untuk melakukan satu getaran sempurna.
satuan dari Amplitudu adalah ( vpp )
satuan dari frequency ( Hz )
dan satuan dari prioda ( sekon )

  rumus dari amplitudo : A= posisi volt/div x banyak div ( satu lembah satu puncak pd posisi vertikal )
   rumus dari perioda : T= posisi time/div x banyak div ( satu puncak satu lembah pd posisi horizontal )
    rumus dari frequency : F= 1/T

Running LED



Nama : Bima Seftian Rizani
Kelas  :  X TEI.A

Sebuah artuikel dari BIMA SEFTIAN RIZANI tentang running led

       Running Led adalah suatu rangkain papan PCB yang di rangkai mengunakan beberapa komponen elekronika seperti;
1. Led berjumlah 11 butir
2. IC 4017,IC NE555
3.resistor 5 buah
4.potensio meter 1 buah ukuran b 500k
5.kapasitor 1 buah

Langkah-Langkah kerjanya

1.Siapkan papan PCB ukuran 10cmx10cm
2.siapkan rangkaian pcb wizard yg telah di frint di kertas art fifer atau di kertas poto
3.setelah di tempelkan gosok rangkaiaan di papan pcb selama 20 menit,jangan lupa saat menggosok papan pcb di lapisi dgn kertas agar papan pcb tidak terlalu kepanasan
4.setelah di gosok lepaskan kertaas rangkaian dri papan pcb bis menggunakan air atau secara kering(tanpa air),apabila ada jalur yg kurang tebal,tebalilah menggunakan sepidol permanent ohf dgn menggunakan mata f
5.setelah selesai melakukan tahap ke empat,siapkan lah larutan ferrit dan air panas mendidih tuangkan air ke ember atau tempat yang tahan dari air panas mendidih  campurkan larutan ferrit secukupnya dan setelah itu masukan papan pcb yg sudah di gosok dan di beri jalur
aduk aduk sampai wsarnan papan pcb berubah menjadi warna ke pucatan
6.stelah warna papan pcb berubah menjadi warna ke pucatan bersihkan dgn air bersih lalu gosok lah menggunakan pasir yg lembab,guna nya adalah untuk menghilang kan warna tintah frint atau sepidol di papan pcb
7.setelah di gosok dgn pasir lembab cuci sampai bersih menggunakan air,setelah di cuci tunggu papan rangkaian sampai kering,setelah kering borlah papan pcb yg telah di beri jalur,bor lah dgn mata bor brukuran 1ml.bor lah papan pcb dgn titik titik yg telah di tentukan
8.stelah di bor rangkailah dgn komponen komponenelektronika
9.mulai dari:led
10.resistor
11.ic
12.kapasitor
13.transistor
setelah di rangkai coba lah menggunakan batray 9 voll

GAMBAR Rangkaian yang telah selesai

                                         MULTIMETER
             Adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan Listrik,Arus Listrik dan Tahanan Resistansi.
Bagian-bagian Multimeter :
-papan skala_digunakan untuk membaca hasil pengukuran pada papan skala terdapat skala-skala seperti tahanan/Resistansi dalam satuan ohm,tegangan AC,DC,dan kuat arus.
-Saklar_jangakauan ukur digunakan untuk menentukan  posisi kerja Multimeter dan batas ukur Range jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan nilai satuan tahanan ohm,dan saklar ditempatkan pada OFF demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan dan kuat arus.
-Scrup Pengatur_digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka Nol.
-Tombol pengatur jarum_digunakan untuk menerea jarum penunjuk pada angka Nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistansi.
-Lubang kabel penyidik_tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter ditandai deengan tanda (+) dan (-).