24 Juni 2013

"CARA PENGATURAN AWAL DALAM MENGGUNAKAN CRO & MENGKALIBRASI CRO" BESERTA TOMBOL FUNGSI NYA.







*PENGATURAN AWAL DALAM MENGGUNAKAN CRO


1. Perhatikan sumber tegangan ac.
2. Atur posisi saklar intensity pada posisi tengah-tengah.
3. Atur posisi saklar focus pada posisi tengah-tengah.
4  Letakkan switch volt/div pada posisi 1v/div.
5. Putar variabel kearah kanan sampai maksimal.
6. Letakkan switch time/div pada posisi 1ms/div.
7 .Putar variabel kearah kanan sampai maksimal.
8. Letakkan saklar source pada posisi line
9 .Letakkan saklar position searah horizontal pada posisi tengah-tengah.
10. Letakkan saklar position searah vertikal pada posisi tengah-tengah.
11. Letakkan saklar level pada posisi tengah-tengah.
12. Atur saklar mode.
13. Hidupkan CRO, tunggu sampai keluar satu garis horizontal.



*Mengkalibrasi CRO


1. Atur posisi switch volt/div yang di inginkan.
2. Atur posisi swich time/div yang di inginkan.
3. Pasang kabel probe pada salah satu terminal input.
4. Atur mode sesuai terminal input yang dipilih.
5. Hubungkan ground pada kabel probe dengan terminal ground CRO.
6. Letakkan posisi saklar  AC-GND-DC pada posisi AC.
7. Tarik cap dari probe dengan ujung jari, hubungkan dengan terminal cal pada CRO sampai keluar    gambar sinyal kotak.
8. source letakkan di internal atau CH-B supaya gelombang dapat diam.



*CATATAN

1. Pada saat setting awal CRO, jangan letakkan saklar source pada posisi int atau CH-B karena garis tidak akan muncul.
2. Pada saat kalibrasi CRO, jangan letakkan saklar source pada posisi line karena gelombang tidak akan diam.



FUNGSI TOMBOL CRO


.Vertical input, untuk channel A
. CH-A position, untuk chanel A
. CH-B position, untuk chanel B
. GND,untuk ground
. CAL, Untuk terminal kalibrasi
. Mode
.CH-A, untuk saluran A
.CH-B, untuk saluran B
.DUAL, untuk Saluran A dan B
.ADD, untuk menjumlahkan saluran A dan B
.Source, untuk pemilihan sinyal
.INT, penjumlahan saluran dari sinyal A dan sinyal B
.CH-A, untuk sinyal dari saluran A
.CH-B, untuk sinyal dari saluran B
.AC, untuk sumber sinyal AC
.EXT, untuk sinyal luar
. Power ON – OFF
. Volts/div
. Volts/div variabel
. Focus, untuk mengatur keluaran gelombang yang bagus
. Intensity, untuk mengatur kecerahan gelombang
. Sweep time/div
. Sweep time/div variable.


RIZKI AGUNG PAMBUDI (2)

CARA PERAKITAN PC

 

1. Penyiapan Motherboard : Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Proccesor :

  •  Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.

  • Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.

  •  Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.

  • Turunkan kembali tuas pengunci.

3. Memasang Heatshink:

 Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

4. Memasang Modul Memori : Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.

  • Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.

  • Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot  Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

5. Memasang Motherboard Pada Casing:

  •  Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.

  •  Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.

  •  Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.

  • Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.

  •  Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply :

  •  Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.  HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7. Memasang Kabel MotherBoard Pada Casing :

  • Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.

  •  Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.

  • Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.

  • Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.

  • Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8.Memasang Drive:

  •  Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)

  • Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.

  •  Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.

  • Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)

  •  Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.

  •  Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.

  • Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.

  • Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

9. Memasang Card Adapter :

  •  Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard

  •  Pasang sekerup penahan card ke casing

  •  Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelesaian Akhir

  • Pasang penutup casing dengan menggeser

  • sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.

  • Pasang konektor monitor ke port video card.

  • Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.

  •  Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse). Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.


Download

      Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila

- See more at: http://regibrader-free.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-merakit-pc-dengan-baik.html#sthash.QxgAbIaL.dpuf

Download

      Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila

- See more at: http://regibrader-free.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-merakit-pc-dengan-baik.html#sthash.QxgAbIaL.dpuf

a  Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik. Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang anda tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak.

Sebaiknya tidak menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard masih baik, karena anda tidak tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal. Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak perlu melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter. AVO meter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik di jala-jala listrik rumah anda saja. Bila anda sudah mengetahui lihatlah di bagian power suply komputer (terdapat di dalam cahing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda atau belum. Bila type power suply-nya tergolong type otomatik anda tidak perlu hawatir. Apabila power suplynya tergolong semi otomatik, kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda.

Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1)       Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.

- See more at: http://regibrader-free.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-merakit-pc-dengan-baik.html#sthash.QxgAbIaL.dpuf

  Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik. Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang anda tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak.

Sebaiknya tidak menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard masih baik, karena anda tidak tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal. Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak perlu melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter. AVO meter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik di jala-jala listrik rumah anda saja. Bila anda sudah mengetahui lihatlah di bagian power suply komputer (terdapat di dalam cahing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda atau belum. Bila type power suply-nya tergolong type otomatik anda tidak perlu hawatir. Apabila power suplynya tergolong semi otomatik, kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda.

Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1)       Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.

- See more at: http://regibrader-free.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-merakit-pc-dengan-baik.html#sthash.QxgAbIaL.dpuf

Langkah-Langkah Merakit PC

Rizki Agung Pambudi (X TEI B ) 1

KOMPONEN PASIF

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja.



Resistor (tahanan)
Resistor adalah komponen yang berfungsi menahan arus listrik. Memiliki satuan internasional Ohm (Ω)
Semakin tinggi nilai resistor (R), semakin rendah arus (I), dan sebaliknya.
sesuai hukum Ohm   R= V/I








Kapasitor (Kondensator)
Kapasitor adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Memiliki satuan internasional Farad (F)











Induktor
Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Satuan induksi internasionalnya adalah Henry.










Transformator (Trafo)
Trafo adalah alat listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik.










KOMPONEN AKTIF

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja.

Dioda
Dioda adalah komponen yang berfungsi sebagai penyearah arus, yaitu dengan mengalirkan arus yang searah dan memblok arus yang berlainan arah. Bisa juga digunakan sebagai filter pada rangkaian.








Transistor
Transistor adalah komponen yang berfungsi sebagai penguat, sirkuit switch (pemutus-penyambung), stabilisasi tegangan dan lain-lain. Transistor bisa dibayangkan sebagai sebuah 'kran listrik' pada elektronika.

5



 ^^PCB
Kepanjangan dari pcb adalah printed circuit board, Pcb terbuat dari papan fiber glass karena tidak mudah patah dibanding papan lainnya. Pcb terbagi 2 jenis,
1. Pcb matrix strip board/ pcb berlubang (papan matriks bergaris), biasanya digunakan untuk membuat berbagai rangkaian elektronika, yang betguna apabila kita hendak membuat rangkaian hanya sekali saja.
2. Pcb cooper clad (berlapis tembaga ), terbuat dari bahan ebonite / fiber glass yang salah satu ( single side ) atau kedua ( double side ) sisinya berlapis tembaga, dan ada yang beberapa lapis dikenal dengan multi layer.

^^ Dasar-dasar kelistrikan
Bunyi hukum OHM Ω
 Arus listrik yang mengalir dalam hambatan akan bertambah besar jika tegangan dinaikan, sementara nilai hambatannya tetap.
Contoh soal = Sebuah acu dihubungkan dengan sebuah lampu, yang mempunyai hambatan 24 Ω. Berapakah arus yang mengalir di dalam lampum... ?
U = V = Tegangan (volt)
Dik = R = 24Ω, U = 12 volt
U/R = 12/24 = 0,5 A

Hukum kirchoff
Bunyi hukum kirchoff pada rangkaian seri.
Hukum kirchoff pada rangkaian seri selisih tegangan sumber dengan jumlah tegangan jatuh pada masing-masing beban adalah nol.
P = V.I
Vsumber – (VR1 + VR2 + VR3) =0
Vsumber  = VR1 + VR2 + VR3
VRn = I x Rn
VRn = tegangan jatuh pada beban Rn.
VR1 = I1 x R1 dimana tegangan jatuh pada beban R1.
VR2 = I2 x R2 dimana tegangan jatuh pada beban R2.
VR3 = I3 x R3 dimana tegangan jatuh pada beban R3.
Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada masing-masing beban (R1,R2,R3) sama besarnya dengan arus rada rangkaian.
I = IR1 = IR2 = IR3.

Hukum kirchoff pada rangkaian paralel .
Arus yang mengalir menuju suatu titik, berbanding lurus dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut.
I1 = U/R1, I1 = U/R2, I U/R3
 U = U1 + U2 + U3
Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3


~Istalasi saklar tunggal dengan beban 1 lampu
Single line diagram (diagram satu garis )
Saklar seri dengan beban 2 lampu :

Pemasangan instalasi listrik,terbagi dua macam :
~ Inbow ( pemasangan dalam )
~ Outbow ( pemasangan luar )

~Kabel
_._._._._._._._._._. = Pengamanan  = kabel yang dipakai warna kuning – hijau
_ _ _ _ _ _ _ _ _ = Negatif / netral = kabel yang dipakai biru / hitam
__________ = positif / line / phasa / fasa = kabel yang dipakai semua warna, selain kuning, hijau,biru & hitam.

4



^^ Sistem bilangan.
Sistem bilangan terbagi jadi empat macam,antara lain :
~ Desimal, adalah sistem bilangan berbasis 10. Desimal adalah bilangan sehari-hari yang kita gunakan, dimulai dari 1 dan seterusnya.
~ Biner, adalah sistem bilangan berbasis 2. Biner hanya Menggunakan 2 bilangan, yaitu 1 dan 0.
~ Oktal, adalah sistem bilangan berbasis 8. Oktal menggunakan bilangan 1 s/d 7 dan 10 s/d seterusnya, tidak menggunakan bilangan 8 dan 9.
~ Hexadesimal, adalah sistem bilangan berbasis 16. Hexadesimal menggunakan bilangan 1 s/d 9, kemudian dilanjutkan dengan A, B, C, D, E, dan F.

^^ Gerbang logika
~ Gerbang NOT
Adalah kebalikan nilai input (invers)
  
~Gerbang AND
Seperti saklar seri akan bernilai 1 jika kedua buah nilainya 1, selain itu 0.
 

~ Gerbang OR
Akan bernilai 1 jika salah satu atau kedua buah inputnya bernilai 1, selain itu 0.
  

~ Gerbang NAND
Outputnya akan bernilai 1 apabila salah satu atau kedua –duanya bernilai 0.
  

~ Gerbang NOR
Outputnya akan bernilai 1 apabila kedua inputnya bernilai 0, selain itu 0.
 

~ Gerbang X-OR
Output akan bernilai 1 apabila salah satu inputnya bernilai 1, selain itu 0.
 

~ Gerbang X-NOR
Outputnyaa akan bernilai 1 apabila kedua inputnya memiliki nilai yang sama .
 

Dalam tabel kebenaran jika terdapat “Memory” itu berarti tidak berubah / keadaan sebelumnya. Dan ada terlarang.

^^ Aljabar Boole
Aljabar boole berbeda dengan aljabar biasa walaupun persamaannya berbeda. Aljabar boole menggunakan hukum dan teori logika sebagai dasar perhitungan. Fungsi aljabar boole untuk menyederhanakan rangkaian gerbang logika yang banyak, sehingga menjadi sederhana .
Ada beberapa hukum dasar dari aljabar boole :
Hukum – hukum aljabar lainnya, yaitu :

Penyederhanaan rangkaian logika dengan metoda peta karnaugh.
Peta karnaught terdiri dari atas kotak-kotak yang ditentukan oleh banyaknya jumlah kombinasi semua variabel input. Peta karnaugh digunakan untuk penyederhanaan rangkaian logika yang dianggap lebih mudah dari aljabar boole. Peta karnaught adalah matrik dari 2n kotak, dimana n adalah banyaknya variabel input :
Contoh ,,
2 variabel ada 4 kombinasi
3 variabel ada 8 kombinasi
4 variabel ada 16 kombinasi
Penggunaan peta karnaught
Suatu persamaan rangkaian logika yang dibentuk oleh tabel kebenaran dapat di sederhanakan lagi dengan bantuan peta karnaught. Untuk itu tiap tiap kotak diisi dengan nilai “1” atau “0” sesuai dengan fungsi nilai output ( Q )
Contoh :
Membuat PK dari tabel kebenaran berikut :

Peraturan dalam membuat peta karnaught.
1. Diagram dibuat sehingga suku –suku dari kotak yang bersebelahan hanya berbeda satu variabel.
2. Suku dari persamaan yang akan disederhanakan dimasukkan kedalam kotak dengan memberi tanda “1”.
3. Bila kotak yang bersebelahan terdapat tanda “1” ,maka variabel yang berbeda untuk kedua kotak itu dapat dihilangkan sehingga untuk suku tersebut yang merupakan variasi yang sama yang akan merupakan hasil akhir dari penyederhanaan.
4. Jika semua suku telah disederhanakan maka dengan menggunakan rangkaian logika OR akan terbentuk persamaan yangbtelah disederhanakan.
Keterangan :
Dengan letak nilai “1” yang berdekatan akan didapat beberapa kemungkinan, yaitu :
# 2 bersampingan disebut pair,
# 4 bersampingan disebut quad,
#1 bersampingan disebut oktet .