FLIP-FLOP
Semua rangkaian logika yang telah diuraikan di bagian
depan adalah rang-kaian logika kombinasi yang keadaan keluarannya setiap saat
hanya ditentukan oleh kombinasi masukan yang diberikan pada saat itu. Setiap
sistem digital akan mempunyai bagian yang merupakan rangkaian kombinasi.
Disamping itu, dalam sistem digital juga, pada umumnya, dipergunakan bagian
rangkaian yang dapat mengingat keadaan keluarannya sebelumnya dan keluarannya
untuk suatu kombinasi masukan tertentu juga tergantung atas keadaan
keluarannya sebelum masukan itu dikenakan. Bagian rangkaian demikian disebut
sebagai rangkaian berurut (sequential). Rangkaian logika berurut juga pada
umumnya memakai rangkaian logika kombinasi, setidak-tidaknya pada rangkaian
masukannya.
Rangkaian logika berurut dibedakan atas dua jenis, yaitu
serempak (synchro nous) dan tak-serempak (asynchronous). Dalam rangkaian
serempak, perubahan keadaan keluaran hanya terjadi pada saat-saat yang
ditentukan saja. Walaupun masukan
berubah diantara selang waktu yang ditentukan itu, keluaran daripada
rangkaian itu tidak akan berubah. Berbeda dari rangkaian yang serempak, keluaran
dari pada rangkaian tak-serempak berubah menurut perubahan masukannya dan
keluaran itu dapat berubah setiap saat masukan berubah. Umumnya rangkaian
tak-serempak ini memakai unsur tundaan waktu pada lintasan umpan baliknya.
Tundaan waktu ini biasanya diperoleh dari gerbang-gerbang pada lintasan itu.
Adanya tundaan waktu itu kadang-kadang membuat rangkaiannya tidak stabil dan
rangkaian mungkin mengalami kondisi berpacu (race condition) dimana satu perubahan
masukan menyebabkan lebih dari satu perubahan keluaran. Karena kesulitan ini,
dan juga karena pemakaiannya tidaklah seluas pemakaian rangkaian serempak, maka
rangkaian tak-serempak tidak dibahas dalam buku ini dan di-cadangkan sebagai
materi untuk pembahasan rangkaian logika lanjutan.
Unsur pengingat (memory) yang paling umum dipakai pada
rangkaian berurut serempak adalah flip-flop. Setiap flip-flop dapat menyimpan
satu bit (binary digit) informasi, baik dalam bentuk sebenarnya maupun bentuk
komplemennya. Jadi, flip-flop, pada umumnya mempunyai dua keluaran, yang satu
merupakan komplemen dari yang lainnya. Tergantung atas cara bagaimana informasi
disimpan ke dalamnya, flip-flop dibedakan atas beberapa jenis, RS, JK, D dan
T. Dalam bab ini akan diuraikan jenis-jenis ini satu demi satu.
Flip-flop RS
Flip-flop RS atau SR (Set-Reset) merupakan dasar dari
flip-flop jenis lain. Flip-flop ini mempunyai 2 masukan: satu disebut S (SET)
yang dipakai untuk menyetel (membuat keluaran flip-flop berkeadaan 1) dan yang
lain disebut R (RESET) yang dipakai untuk me-reset (membuat keluaran berkeadaan
0). Flip-flop RS dapat dibentuk dari dua gerbang NOR atau dua gerbang
NAND.
Perhatikan
bahwa keluaran dari suatu gerbang diumpan-balik ke masukan gerbang lainnya.
Keluaran masing-masing gerbang membentuk keluaran-keluaran dari pada susunan
flip-flop RS. Seperti yang ditunjukkan oleh tabel kebenaran pada gambar, untuk
flip-flop yang menggunakan gerbang NOR, masukan 1 pada S membuat flip-flop
diset (Q= 1) dan masukan 1 pada R
membuat flip-flop direset (Q= 0). Untuk flip-flop yang disusun dari
gerbang NAND, S= 0 menyetel (set) flip-flop dan R= 0 me-reset flip-flop.
Flip-flop JK
Flip-flop JK yang diberi nama berdasarkan nama
masukannya, yaitu J dan K. Flip-flop ini mengatasi kelemahan flip-flop RS, yang
tidak mengizinkan pemberian masukan R=S= 1, dengan meng-AND-kan masukan dari
luar dengan keluaran seperti dilakukan pada flip-flop T.
Dengan susunan ini, maka masukan J dan K berfungsi tepat
sama dengan masukan S dan R pada flip-flop RS, kecuali untuk J=K=1. Kalau pada
flip-flop RS masukan R=S=1 terlarang, maka pada flip-flop JK, masukan J=K=1
akan membuat flip-flop JK berfungsi seperti flip-flop T.
Seperti dapat dilihat dari persamaan ini, keadaan flip-flop akan
berubah untuk setiap perubahan masukan J dan K. Ini berarti bahwa flip-flop JK
ini bekerja tak serempak. Untuk
memperoleh flip-flop JK yang dapat
bekerja serempak dengan rangkaian lain perlu ditambahkan kelengkapan
untuk penabuhan (clock-ing). Ini dapat dilakukan dengan meng-AND-kan pulsa CP
(clock Pulse). Perlu dicatat bahwa untuk flip-flop yang peka terhadap perubahan
pulsa negatif, pada masukan CP diberikan lingkaran kecil seperti pada NOR dan
NAND.
Flip-flop D
Nama flip-flop ini berasal dari Delay. Flip-flop ini mempunyai hanya
satu masukan, yaitu D. Jenis flip-flop ini sangat banyak dipakai sebagai sel
memori dalam komputer. Pada umumnya flip-flop ini dilengkapi masukan. Keluaran
flip-flop D akan mengikuti apapun keadaan D pada saat penabuh aktif, yaitu: Q+ = D. Perubahan itu terjadi hanya apabila sinyal penabuh dibuat
berlogika 1 (CP=1) dan tentunya akan terjadi sesudah selang waktu tertentu,
yaitu selama tundaan waktu pada flip-flop itu. Bila masukan D berubah selagi CP
= 0, maka Q tidak akan terpengaruh. Keadaan Q selama CP= 0 adalah keadaan
masukan D tepat sebelum CP berubah menjadi 0. Dikatakan keadaan keluaran Q
dipalang (latched) pada keadaan D saat perubahan CP dari aktif ke tak-aktif.
Dapat dilihat bahwa sebenarnya flip-flop D berfungsi
seperti apa yang dilakukan oleh flip-flop JK bila masukan masukan K
dihubungkan dengan komplemen masukan J.




