13 September 2009

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Berkali-kali membaca kalimat ... mengembalikan jati diri bangsa ... saya kok masih merasa kesulitan membayangkan apa yang sebenarnya dimaksudkan, apalagi membuat tulisan untuk mengikuti kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang di selenggarakan BeritaJitu.com. Kemudian untuk mempermudah ... saya potong menjadi 'jati diri' saja. Kata jati berasal dari 'sejati' yang bisa dimaknai kata sebenarnya, sesungguhnya, suatu makna yang sudah dimiliki pada kurun waktu yang lama, sedangkan diri berarti badan, sosok yang menyimpan makna sebenarnya tadi. Kata bangsa menunjuk sosok menyeluruh yang terbentuk pada suatu negara. Berdasarkan uraian tersebut ' Mengembalikan Jati Diri Bangsa ' dapat diartikan mengembalikan jati diri bangsa saat ini ... ke sifat-sifat dan ciri-ciri sebagai bangsa yang dimiliki sebelumnya.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa ... kemudian bisa saya baca lebih mudah ... yaitu mengembalikan sifat dan ciri bangsa yang saat ini sedang berkembang (ke arah yang kurang baik) kembali kepada sifat-sifat maupun ciri-ciri bangsa yang baik dan mulia yang sebelumnya telah di miliki dan diakui bangsa lain. Seperti kita ketahui, beberapa waktu yang lalu, Indonesia di kenal sebagai bangsa yang cinta damai, toleran, menerapkan 'tepo seliro', ramah-tamah dan banyak hal positif lain yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Berbagai kemajuan pembangunan fisik dan infrastruktur yang berhasil dinikmati khususya diperkotaan dalam teknologi informasi dan komunikasi justru membuat penurunan pengamalan sifat-sifat mulia buah dari pelajaran agama yang sebelumnnya kuat mengakar dan melunturkan sifat sebagian anak bangsa hingga secara berangsur kehilangan ciri khasnya sebagai bangsa Indonesia yang kuat memegang ajaran agama.

Sinyalemen BeritaJitu.com menyangkut tentang penurunan kwalitas bermasyarakat di masyarakat memang benar adanya. Tanpa kesulitan kita akan dapat menemukan situasi dimana sebagian masyarakat acuh dan tidak perduli pada sesama, tidak lagi bertoleransi bahkan asing dan tidak saling kenal meskipun bertempat tinggal di wilayah RT yang sama.

Apa perlunya mengembalikan jati diri bangsa ?

Mengembalikan Jati Diri Bangsa memang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan sudah seharusnya terus dipacu dan digalakkan. Sebelum lebih jauh mengupas program dan kegiatan mengembalikan jati diri bangsa, sangat tepat kiranya ita mengecek dan mengintrospeksi ... apa yang memicu dan menyebabkan melunturnya jati diri bangsa yang selama ini telah terjadi.

Lemah rasa nasionalisme di kalangan generasi muda

Penyebab lunturnya jati diri bangsa sebenarnya tidak lepas dari lunturnya pengamalan nilai-nilai agama, nilai-nilai adat, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai yang lain antar generasi. Hal-hal positif yang dulu ditanamkan melalui apa yang disebut tata krama yang bersumber dari ajaran agama bersinergi dengan adat istiadat ... dipegang erat oleh kakek dan nenek tidak seluruhnya dilanjutkan pada masa ayah dan ibu. Demikian pula sisa-sisa nilai positif di masa ayah dan ibu tidak seluruhnya dilanjutkan pada masa kita saat sekarang ini.

Penyebab berikutnya adalah resistansi orang muda terhadap warisan budaya. Banyak orang muda latah ... menganggap hal baik yang di contohkan pada masa lalu adalah hal yang kemudian dianggap kolot, ja-dul, ketinggalan jaman dan menganggap tidak baik lagi digunakan, bahkan banyak diantaranya yang cenderung 'mempermainkan' beberapa istilah pada masa lalu. Secara pelan tapi pasti, nilai positif yang terkandung di dalamnya kian hari kian terpupus dan tidak dilanjutkan.

Lemah semangat saling menghargai budaya antar etnik

Dalam eforia pertumbuhan sebagai bangsa yang merdeka, kita sering lupa menjaga harga diri antar etnik sehingga mudah terjadi gesekan yang menimbulkan luka sosial yang bermuara pada penurunan jati diri bangsa tersebut. Coba saja di media TV, banyak kita temukan masalah etnik yang dipakai sebagai bahan olok-olokan dan ditertawakan bersama-sama tanpa tahu ... bahwa apa yang ditertawakan ... sebenarnya mempunyai nilai positif dalam kehidupan kebangsaan yang jaaauuhhh lebih mahal.

Dua aspek yang saya sebutkan di atas benar-benar secara cepat dan siknifikan melemahkan jati diri bangsa kita, yang semula dikenal ramah, toleran, suka menolong dan sifat-sifat mulia lainnya yang sedikit-demi sedikit kita tinggalkan. Hal-hal tersebut sudah cukup menjadi dasar perlunya gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa.

1 komentar:

Endarta mengatakan...

Kalau mengembalikan jati diri bangsa dilakukan bersama-sama, pasti bisa !!

Posting Komentar