27 Juni 2013

Hukum Ohm



Hukum Ohm
           Setelah saya memahami tentang kuat arus listrik (I) dan tegangan listrik (V) dalam benak saya timbul pertanyaan apa hubungan antara kedua tersebut ? Hubungan  antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru fisika berasal dari jerman yang bernama George simon ohm, lebih dikenal sebagai hokum ohm.
          Hukum ohm menurut saya dapat didefinisikan entitas yang lain, yaitu hasil bagi antara  beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atu resistansi (R). Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Yang mengalir melalui suatu rangkain listrik.
Dalam radio dan televise yaitu mempunyai resistansi yang berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainya dapat berfungsi dengain baik.
           Untuk berbagi jenis kawat, panjang kawat, dan penampang terdapat hubungan sebagai berikut.

         Dalam kehidupan sehari-hari, tegangan listrik untuk perumahan dan perkontrakan adalah 220 volt.Oleh karena itu, alat-alat listrik yang terpasang dirumah kita harus mempunyai nilai tegangan tertentu. Misalnya sebuah lampu pijar bertuliskan 220-20 volt, artinya lampu tersebut dapat berpijar atau menyala normal pada tegangan minimum 220 volt da maksimum 230 volt.
      Apabila lampu dipasang pada tegangan kurang dari 220 volt, lampu menyala redup atau berkedap-kedip. Jika tegangan listrik di rumah naik secara mendadak melebihi 230 volt, kawat pijar dalam bola lampu akan putus dan dengan sendirinya lampu akan mati.
Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang diperturunkan bagi listrik itu.
        Sedangkan alat ukur besaran listrik yang saya ketahui ada 3 macam yaitu :

a.Multitester
         Mltimeter juga sering disebut AVO meter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM(volt/ohm meter)dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohmmeter), maupun arus (ampermeter).
b.Ampermeter
        Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan pararel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya untuk menaikan batas ukur ampermeter dan hasil pengukuran juga dapat terbaca pada skla yang ada pada ampermeter.Kita dapat menggunakan batas ukur 1 A pada skala tertulis angka dari angka 0 sampai dengan 10.
c.Voltmeter
      Volmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik atau beda potensial antara dua titk. Volmeter juga menggunakan galvanometer yang dihubungkan seri dengan resistor.Beda antara voltmeter dengan ampermeter sbb:
1.      Ampermeter merupakan galvanometer yang dirangkai dengan hambatan shunt secara seri,sedangkan voltmeter secara pararel
2.      Hambatan shunt yang dipasang pada ampermeter nilainya kecil,sedangkan pada voltmeter nialinya besar.
- Mengukur menggunakan voltmeter berbeda dengan menggunakan ampermeter. Jika menggunakan voltmeter, pemasangan dilakukan secara pararel pada kedu ujung yang akan dicari beda tegangannya.jika akan mengukur beda tegangan antara ujung-ujung lampu, kita cukup mengatur batas ukur pada alat dan langsung hubungkan dua kabel dari voltmeter ke ujung-ujung lampu.

26 Juni 2013

Komponen Elektronika


  1. Komponen Aktif
                      Ciri-ciri dari komponen aktif adalah dalam pemakaiannya memerlukan sumber tegangan supaya dapat bekerja.
                      Contoh komponen Aktif Yaitu ;
  • Transistor

  • Dioda

  • IC (Integrated Circuit)

     

    • Transistor

      Transistor terbut dari bahan semikonduktor.
      Fungsi  dari taransistor adalah Sebagai penguat , sebagai saklar,
      Transistor memiliki 3 buah kaki yaitu , kolektor,emitor, basis.
      transistor menurut polaritasnya terbagi menjadi 2 yaitu; NPN dan PNP.
      Transistor
      • Dioda

        • Dioda germanium
        • Dioda silikon
        • Dioda selenium
        • Dioda zener
        • Dioda cahaya (LED
        Dioda ini di buat dari bahan  tergantung dari jenis diodanya
      Fungsi dari dioda adalah Untuk penyearah arus tegangan listrikSTRUKTUR DIODA

      • IC (Integrated Circuit)

        Suatu IC yang kecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen. Terdapat dua IC yaitu:
        • IC Digital
        • IC Analog

         
        •  Komponen Pasif

         Komponen pasif terdiri dari
        • Resistor
        • Kapasitor
        • Induktor
        • Resistor
        • Trafo
             
                        Resistor berfungsi utuk menghambat tegangan. Resistor memiliki satian (Ohm)
                               Cara membaca nilai Resistor ; hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%.
































    • Kapasitor


      Kapasitor adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Memiliki satuan internasional Farad (F)







    •  Induktor


      Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang melewatinya. Satuan induksi internasionalnya adalah Henry.

    • Terafo

       

      Trafo adalah alat listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik.


     By : Elsa Andini
      X TAV B




Cara Perawatan RAM dan Processor Pada PC dan Laptop (MPKK)

  Di sini saya akan menyampaikan cara merawat Hard Ware pada PC atau Laptop kita...
pada dasarnya PC atau Laptop adalah bagaikan robot yg bisa berkerja apa bila kita menggunakannya atau sudah kita set sendiri agar dia bisa bekerja dengan sendirinya...

  PC dan Laptop harus mendapat perawatan terutama pada bagian Hard Ware, dan Brain Ware..
  Seperti Ram, Processor,..

Tapi biasanya yg paling perlu perawatan agak sedikit rumit adalah Brain Ware (Processor)

1.Processor



Karena kita harus membongkar PC atau Laptop kita apabila pasta yg berada di antara heatsink dan processor kering....
apa bila pasta sudah kering maka biasanya PC atau Laptop akan lebih cepat panas dan akan merestart dirinya sendiri..

Ini adalah gambar pasta untuk Processor...
Tapi bisa juga di ganti dengan pasta gigi.. tapi di sarankan memakai pasta gigi yg mint agar pendinginan pada procesor lebih stabil

2. RAM








  Membersihkan RAM mudah saja. Kita hanya perlu membersehkan bagian tembaga pada RAM menggunakan kain lembut atau tisu (kering).. agar debu-debu yg menempel pada tembaga ram tidak menyebabkan gangguan pada RAM..

RAM yg sudah lama di pakai biasanya bisa berkarat..
maka dari itu cara membersihkannya berbeda..

gunakan lah kain lembut atau tisu, lalu basahi sedikit dengan alkohol atau tinner, lalu usapkan pada bagian tembaga RAM dengan perlahan sampai karat yg berada pada tembaga RAM mulai menghilang..

sangat tidak di perbolehkan membersihkan RAM yg berkarat menggunakan benda tajam, karena dapat mengikis atau mengangkat bagian tembaga RAM sehingga RAM tidak berfungsi lagi

Umsilah X TEI A, materi pembelajaran elektronika industri


BAB 1

.Multimeter

Multimeter terbagi menjadi 2 jenis, yaitu multimeter analog dan multimeter digital
-Multimeter analog menggunakan kumparan putar untuk menggerakan jarum penunjuknya. Hasil pengukurannya dibaca lewat penunjuk jarum yang bergerak pada multimeter. Skala-skala yang terdapat pada multimeter yaitu skala OHM (Ω), skala VOLT (V) “AC & DC VOLT” , dan skala Ampere Meter (A).
-Multimeter Digital
Berbeda dengan multimeter Analog, Multimeter digital tidak menggunakan kumparan putar sebagai keluaran dari multimeter digital langsung berbentuk angka, tanpa harus menghitung dan melihat jarum penunjuk terlebih dahulu.

BAB 2

. Oscilloscope

Adalah alat ukur elektronik, yang digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan,yang berbentuk sinus maupun bukan sinus.
Oscilloscope menampikan bentuk gelombang tegangan listrik arus bolak balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun yang berasal dari power supply .
Hanya Beberapa tombol dan fungsi atau terminal pada oscilloscope yang saya ketahui, seperti :
.Vertical input, untuk channel A
. CH-A position, untuk chanel A
. CH-B position, untuk chanel B
. GND,untuk ground
. CAL, Untuk terminal kalibrasi
. Mode
CH-A, untuk saluran A
CH-B, untuk saluran B
DUAL, untuk Saluran A dan B
ADD, untuk menjumlahkan saluran A dan B
.Source, untuk pemilihan sinyal
INT, penjumlahan saluran dari sinyal A dan sinyal B
CH-A, untuk sinyal dari saluran A
CH-B, untuk sinyal dari saluran B
AC, untuk sumber sinyal AC
EXT, untuk sinyal luar
. Power ON – OFF
. Volts/div
. Volts/div variabel
. Focus, untuk mengatur keluaran gelombang yang bagus
. Intensity, untuk mengatur kecerahan gelombang
. Sweep time/div
. Sweep time/div variable.

Running LED

Pada postingan ini saya akan menjelaskan tentang running led yang saya pahami.pengertian running led yang saya ketahui adalah lampu led yang bergerak dari satu lampu ke lampu yang lain.Rangkaian running LED terdiri dari IC 555 dan IC 4017.IC 555 sebagai pewaktu dan IC 4017 sebagai pencacah.Dengan menggunakan beberapa LED yang berfungsi sebagai output,pada output ini akan dapat mengeluarkan cahaya yang dapat berjalan dari LED pertama sampai ke LED yang terakhir dan kembali lagi seperti semula dan seterusnya.Untuk dapat menjalankan rangkaian ini kita memerlukan arus DC yaitu batrai,kita dapat menggunakan batrai yang 9 volt.Dengan rangkaian running led ini kita dapat membuat berbagai kreasi lampu led yang dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita,misalnya kita ingin membuatnya dengan membentuk huruf dan lain-lain.
IC 555 berfungsi sebagaipenggerak IC 4017, IC ini mengeluarka denyutan pulse high dan low secara bergantian,buktinya terdapat pada output LED yang berwarna merah dan biru seperti rangkaian yang saya buat,LED akan berkedap kedip bergantian antara LED pertama dengan yang lainnya.Pada rangkaian running led pin 3 yang terdapat pada IC 555 di masukkan ke pin 14 pada IC 4017.
KOMPONEN-KOMPONEN dan bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat rangkaian running led yaitu:
1.       IC 555(TIMER)
2.       IC 4017
3.       PCB polos
4.       Batrai 9v
5.       Resistor 820 ohm
6.       Resistor 4k7 ohm
7.       Resistor 1k
8.       Resistor 330 ohm
9.       Potensio 500k
10.   LED 11 buah
11.   Ferrit(fecl3)
12.   Solder
13.   Penyedot timah
14.   Timah
15.   Kabel kecil




GAMBAR RANGKAIAN RUNNING LED :

Flowchart adalah suatu diagram alir yang memperlihatkan urutan dan hubungan antara proses beserta intruksi nya setiap diagram nya itu mempunyai fungsi tersendiri.


Bagian-bagian Flowchart :

 

Contoh Flowchart :

Hukum Ohm

.
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya.[1][2] Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.[1] Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.[1]
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:[3][4]

Dimana :
  • I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere.
  • V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
  • R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827

NILAI RESISTOR
Nilai resistor dapat diketahui dengan membaca kode yang terdapat pada resistor tersebut. Kode yang digunakan yaitu:
Kode Gelang Warna
Kode warna pada resistor tetap dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu 4 gelang warna, 5 gelang warna, dan 6 gelang warna. Hal pertama dalam membaca kode warna resistor adah menentukan gelang pertama dan gelang terakhir. Gelang tarkhir merupakan gelang yang memiliki jarak yang lebih lebar terhadap gelang lain. Pembacaan kode gelang warna perhatikan tabel gelang warna pada gambar dibawah



Cara Mengetahui Komponen Baik Atau Tidak

1) Cara Menguji Kondensator (Capasitor)
Caranya adalah dengan langkah-langkah berikut di bawah ini:
1)      Mula-mula saklar multimeter diputar ke atas. Tanda panah ke atas tepatnya R x Ohm
2)      Kalibrasi sampai jarum multimeter menunjukkan angka nol tepat saat dua colok (+) dan colok (-) dihubungkan. Putar adjusment untuk menyesuaikan.
3)      Hubungkan colok (-) dengan kaki berkutub negatif kondensator, sedangkan colok (+) dengan kaki positif kondensator. Lihat jarum. Apabila bergerrak dan tidak kembali berarti komponen tersebut masih baik. Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti komponen rusak. Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali dipastikan putus.

2) Cara Menguji Resistor
Walaupun komponen ini tidak memiliki kutub negatif dan positif tetapi dengan multimeter kita akan menguji kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya karena terbakar/korsleting karena tidak tahan menahan arus yang lebih besar dari nilainya.
Untuk mengujinya dengan multimeter kita boleh membolak-balik kaki resistor ataupun sebaliknya membolak-balik colok (+) dan colok (-).
Langkah-langkah pemeriksaan resistor:
1.      Memutar saklar sampai pada posisi R x Ohm.
2.      Kalibrasi dengan menghubungkan colok (+) dan colok (-). Kemudian memutar penyetel sampai jarum menunjuk pada angka nol (0). Atau putar control adjusment untuk menyesuaikan.
3.      Setelah itu kita hubungkan pencolok (+) pada salah satu kaki resistor, begitu pula colok (-) pada kaki yang lain.
4.      Perhatikan jarum penunjuk. Apakah ia bergerak penuh atau sebaliknya jika bergerak dan tak kembali berarti komponen masih baik. Bila sebaliknya jarum penunjuk skala tidak bergerak berarti resistor rusak.
5.      Komponen resistor yang masih baik juga bisa dinilai dengan sama atau tidak nilai komponen resistor yang tertera pada gelang-gelang warnanya dengan pengukuran melalui multimeter.

3) Cara Menguji Transformator (Trafo)

Transformator saat kita beli harus dan wajib untuk kita check apakah masih baik dan berfungsi. Karena untuk trafo biasanya tidak diberi garansi apabila rusak setelah dibeli. Hal ini dimungkinkan adanya pemutusan hubungan di gulungan/lilitan sekunder atau primer.
Langkah-langkah:
1.      Putar multimeter saklar pada posisi Ohm 1x.
2.      Kalibrasi.
3.      Hubungkan colok (-) dengan salah satu kaki di gulungan primer, colok (+) pada kaki yang lain di gulungan primer. Bila jarum bergerak maka trafo dalam keadaan baik.
4.      Pada gulungan sekunder lakukan hal yang sama. Apabila jarum multimeter bergerak-gerak maka trafo dalam keadaan baik. Selisih nilai sama dengan selisih tegangan yang tertera pada trafo.
5.      Letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer kemudian colok yang lain ke gulungan sekunder. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan primer dengan sekunder dengan body trafo. Lakukan hal sebaliknya.
6.      Langkah terakhir, letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer atau sekunder kemudian colok yang lain ke plat pengikat gulungan yang berada di tengah. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan dengan body trafo.

4) Cara Menguji Dioda

Untuk itu diperlukan sebuah multitester atau sebuah ohmmeter analog/digital. Multitester atau Avometer Analog mempunyai fasilitas pengukur hambatan (ohmmeter) , dimana jenis ohmmeter yang digunakan biasanya ohmmeter-seri, dimana secara konstruksi polaritas batere yang terpasang dalam meter berlawanan polaritas dengan terminal ukurnya.
Atau dengan perkataan lain, terminal positip meter adalah mempunyai polaritas negatip batere, sebaliknya terminal negatip meter mempunyai polaritas positip batere.
Dengan demikian guna menguji sebuah dioda dengan menggunakan Avometer prinsipnya adalah sebagai berikut :
  1. Anda posisikan Avometer pada posisi ohm dengan skala rendah
  2. Tentukan terlebih dahulu elektroda anoda dan katoda dari dioda tersebut
  3. Hubungkan terminal + (positip) meter dengan Anoda dari dioda yang akan ditest sedangkan terminal – (negatip) meter dengan Katoda dioda. (hubungan ini adalah reverse).
  4. Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter tidak akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum bergerak, maka dapat dikatakan dioda terhubung singkat (rusak).
  5. Ulangi langkah 2 diatas dengan polaritas sebaliknya, dimana Anoda dihubungkan dengan negatip meter dan Katoda dengan positip meter. (hubungan ini adalah forward),
  6. Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum meter tidak bergerak, maka dapat dikatakan dioda putus (rusak).

5)  Cara Menguji Silicon Controlled Rectifier (SCR)

Kondisi SCR dapat diuji dengan menggunakan sebuah ohmmeter seperti layaknya dioda, namun dikarenakan konstruksinya pengujian SCR ini harus dibantu dengan penyulutan kaki gate dengan pulsa positip. Jadi dengan menghubung singkat kaki anoda dengan gate, kemudian diberikan sumber positip dari meter secara bersama dan katoda diberi sumber negatipnya, maka akan tampak gerakan jarum ohmmeter yang menuju nilai rendah penunjukkan ohm dan kondisi ini menyatakan SCR masih layak digunakan. Sedangkan jika penunjukkan jarum menunjuk pada nilai resistansi yang tinggi, maka dikatakan kondisi SCR menyumbat atau rusak.

6)     Cara Menguji Light Emitting Diode (LED)

LED adalah singkatan dari light emiting diode atau dalam bahasa indonesia biasa diartikan sebagai dioda yang dapat memancarkan cahaya. Seperti dioda, LED memiliki kutub anoda (+) dan kutub katoda (-) dan bekerja pada tegangan 1,6 Volt. Seperti yang terlihat pada gambar 1. Cahaya yang dipancarkan bervariasi jenisnya deradasarkan bahan pembentuknya. LED yang banyak beredar dipasaran adalah LED cahaya tampak.
Pengujian LED
Pengujian LED bertujuan untuk menentukan kelayakan LED dan menetukan jenis kutubnya.
  1. Dari pengujian di peroleh data sebagai berikut: Ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda), LED tidak menyala.
  2. Ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda), LED menyala.
Analisa Data
Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda), LED menyala. Sedangkan kutub katoda itu sendiri merupakan kutub negatif. Seharusnya, jika kita lihat dari prinsipnya bahwa bias forward (dioda menyala) terjadi jika kutub anoda led dihubungkan ke kutub positif sumber tegangan. Dari analisa di atas dapat kita pahami bahwa probe positif multimeter mewakili kutub negatif sumber tegangannya.

7)     Cara Menguji Transistor

Transistor ekivalen dengan dua buah dioda yang digabung, sehingga prinsip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Untuk transistor jenis NPN, pengujian dengan jangkah pada x100, penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi.
Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah, pada emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak.
Untuk transitor jenis PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN.
Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE, ialah salah parameter penting suatu transistor.
Dengan circuit seperti pada gambar, dapat diperkirakan bahan transistor. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan silicon