25 Juni 2013

MULTIVIBRATOR



Multivibrator adalah suatu rangkaian yang terdiri dari dua buah piranti aktif dengan keluaran yang saling berhubungan dengan masukan yang lain. Umpan balik positif yang dihasilkan menyebabkan piranti yang satu harus di potong, sedangkan piranti yang lain dipaksa melakukan penghantaran.
Multivibrator digunakan untuk menghasilkan tegangan ac gigi-gergaji atau gelombang-persegi, untuk membangkitkan frekuensi dasar , dan untuk menimbulkan tegangan untuk menyalakan dan memadamkan rangkaian elektronik gerbang atau sakelar.

Pada dasarnya ada 3 jenis dari multivibrator, yaitu:

1. ASTABLE MULTIVIBRATOR

2. MONOSTABLE MULTIVIBRATOR

3. BISTABLE MULTIVIBRATOR
 
A. ASTABLE MULTIVIBRATOR 
Astable multivibrator atau disebut freerunning multivibrator adalah mutivibrator yang tidak mempunyai stable state yang permanen. Setiap transistor secara bergantian saturated dan memotong
—Gambar multivibrator astable yg di buat menggunakan 2 transistor 
 
—Gambar multivibrator astable yg di buat menggunakan IC555
B. MONOSTABLE MULTIVIBRATOR
Monostable disebut juga multivibrator one-shoot, menghasilkan pulsa output tunggal pada waktu pengamatan tertentu saat mendapat trigger dari luar. Multivibrator monostabil adalah suatu rangkaian yang banyak dipakai untuk membangkitkan pulsa output
yang lebarnya dan amplitudonya tetap.
  
Monostable multivibrator yang di bangun menggunakan IC555
Lama pulsa yang dihasilkan  tergantung dari nilai resitor dan kapasitor eksternal yang pasangkan.
C. BISTABLE MULTIVIBRATOR
Multivibrator bistable adalah multivibrator yang ditrigger oleh sebuah sumber dari luar (external source) pada salah satu dari dua state digital. Ciri khas dari multivibrator ini adalah state-nya tetap bertahan pada nilai tertentu, sampai ada trigger kembali yang mengubah ke nilai yang berlawanan. SR Flip-flop adalah contoh multivibrator bistable.
Bistable Multivibrator,mutlivibrator bistabil,flip flop,teori multivibrator bistabil,prinsip kerja bistable multivibrator,rangkaian bistable multivibrator,output multivibrator bistabil,pulsa triger multivibrator bistabil,input bistable multivibrator,skema bistable multivibrator,definisi bistable multivibrator,pengertian bistable mutivibrator
Rangkaian Bistable Multivibrator
 
 

24 Juni 2013

''PENGERTIAN MIKROKONTROLLER''

Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip . Di dalamnya terkandung sebuah inti prosesor , memori (sejumlah kecil RAM, memori program, atau keduanya),dan perlengkapan input output.
Kata lain , Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa di tulis dan di hapus dengan cara khusus , cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data.
Mikrokontroler merupakan komputer di dalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. bisa disebut ''pengendali kecil'' dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen seperti IC TTL dan CMOS dapat diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini ,

Mikrokontroler digunakan dalam bentuk produk dan alat yang dikendalikan secara otomatis, seperti sistem kontrol mesin, remote control, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan.
Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran
kata lain ,mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler mengandung beberapa feriferal yang langsung bisa dimanfaatkan , misal port paralel , port serial , komparator , konversi digital ke analog , konversi analog kedigital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minim yang tidak rumit atau kompleks.

Agar mikrokontroler dapat berfungsi , maka mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut dengan sistim minimum. untuk membuat sistem minimal paling tidak dibutuhkan sistem clock dan reset, walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah menyediakan sistem clock internal, sehingga tanpa rangkaian eksternalpun mikrokontroler sudah beroperasi

Untuk merancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler, kita memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak , yaitu:

-sistem minimal mikrokontroler
-software pemrograman dan kompiler, serta downloader

yang dimaksud dengan sistem minimal adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang sudah bisa digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. sebuah IC mikrokontroler tidak akan berarti bila berdiri sendiri. pada dasarnya sebuah sistim minimal mikrokontroler AVR memiliki prinsip yang sama , yang terdiri dari 4 bagian, yaitu:

-prosesor , yaitu mikrokontroler itu sendiri
-rangkaian reset agar mikrokontroler dapat menjalankan program mulai dari awal
-rangkaian clock, yang digunakan untuk memberi detak pada CPU
-rangkaian catu daya , yang digunakan untuk memberi sumber daya .

Flip-flop

FLIP-FLOP
Flip-flop RS
Flip-flop  RS  atau  SR  (Set-Reset)  merupakan  dasar  dari  flip-flop  jenis  lain.
Flip-flop  ini  mempunyai  2  masukan:  satu  disebut  S  (SET)  yang  dipakai  untuk
menyetel  (membuat  keluaran  flip-flop  berkeadaan  1)  dan  yang  lain  disebut  R
(RESET)  yang  dipakai  untuk  me-reset  (membuat  keluaran  berkeadaan  0).  Flip-flop  RS  dapat  dibentuk  dari  dua  gerbang  NOR  atau  dua    gerbang    NAND.

Flip-flop RS 111
(b) memakai gerbang NAND
Perhatikan  bahwa  keluaran  dari  suatu  gerbang  diumpan-balik  ke  masukan
gerbang  lainnya.  Keluaran  masing-masing  gerbang  membentuk  keluaran-keluaran  dari  pada  susunan  flip-flop  RS.  Seperti  yang  ditunjukkan  oleh  tabel
kebenaran  pada  gambar,  untuk  flip-flop  yang  menggunakan  gerbang  NOR,
masukan  1  pada  S  membuat  flip-flop  diset  (Q=  1)  dan  masukan  1  pada  R
membuat  flip-flop  direset  (Q=  0).  Untuk  flip-flop  yang  disusun  dari  gerbang
NAND, S= 0 menyetel (set) flip-flop dan R= 0 me-reset flip-flop.
Untuk  flip-flop  dengan  NOR,  masukan  R=S=  0  tidak  mengubah  keadaan
keluaran,  artinya  keluaran  Q  dan  Q tetap,  ditunjukkan  sebagai  Q-  dan  Q-  pada
tabel  kebenaran  dalam  Gambar  6.3.  Untuk  kombinasi  masukan  R=S=  1,  yang  di-tunjukkan  dengan  "-"  pada  pada  kolom  keluaran  yang  bersangkutan,  keadaan
keluaran tersebut tidak tentu. Ini dapat diterangkan sebagai berikut:
Andaikanlah  untuk  R=  S  =  1  keluaran  flip-flop  adalah  Q=  1.  Untuk  Q=  1
dan  S  =  1,  maka  Q  =  0.  Tetapi  karena  R  =  1,  maka  Q  juga  harus  0  dan  ini  jelas
berlawanan  dengan  pengandaian  sebelumnya.  Kalau  diandaikan  Q  =  0,  maka
juga  Q =  0  yang  berarti  bertentangan  dengan  sifat  flip-flop.  Karena  itu,  untuk
flip-flop RS kombinasi masukan R = S = 1 dilarang (tabu).
Untuk  flip-flop  RS  dengan  NAND,  kerjanya  sama  dengan  flip-flop    dengan
NOR  bila  tegangan  masukan  rendah  dianggap  logik  1  dan  tegangan  masukan
tinggi  dianggap  logik  0,  artinya    bila  kita  memakai  logika  negatif.  Jadi  tabel
kebenaran  untuk  flip-flop  dengan  NAND  dengan  logika  negatif  akan  tepat  sama
dengan  tabel  kebenaran untuk flip-flop dengan NOR. Untuk keseragaman uraian,
maka  yang  umum  dipakai  untuk  menyatakan  kerja  flip-flop  RS  adalah  tabel
kebenaran untuk  rangkaian NOR.
Dalam  hal  tundaan  waktu,  karena  setiap  masukan  hanya  melalui  satu  ger-bang,  tundaan  waktu  untuk  flip-flop  RS  yang  disebutkan  di  atas  dianggap  sama
dengan  tundaan  waktu  1  gerbang  yang  umumnya  dalam  besaran  nano-detik  (10
-9
detik).

6.3  Flip-flop T
Nama  flip-flop  T  diambil  dari  sifatnya  yang  selalu  berubah  keadaan  setiap
ada  sinyal    pemicu    (trigger)  pada  masukannya.  Input  T  merupakan  satu-satunya
masukan  yang  ada  pada  flip-flop  jenis  ini  sedangkan  keluarannya  tetap  dua,
seperti  semua  flip-flop  pada  umumnya.  Kalau keadaan keluaran flip-flop 0, maka
setelah  adanya  sinyal  pemicu  keadaan-berikut  menjadi  1  dan  bila  keadaannya  1,
maka  setelah  adanya  pemicuan  keadaannya  berubah  menjadi  0.  Karena  sifat  ini
sering  juga  flip-flop  ini  disebut  sebagai  flip-flop  toggle  (berasal  dari  skalar
toggle/pasak)

Flip-flop JK
Flip-flop  JK  yang  diberi  nama  berdasarkan  nama  masukannya,  yaitu  J  dan
K.  Flip-flop  ini  mengatasi  kelemahan  flip-flop  RS,  yang tidak mengizinkan pem-berian  masukan  R=S=  1,  dengan  meng-AND-kan  masukan  dari  luar  dengan
keluaran  seperti  dilakukan  pada  flip-flop  T. 



Cara menghitung Resistor dan Cara memferrit,menggambar dipapan pcb,dan cara meletakkan komponen di lubang PCB

                                              
                                                     Cara menghitung Resistor

    pertama ambil satu resistor kemudian lihat warna resistor tersebut.

Cincin ke 1 adalah angka 1
Cincin ke 2 adalah angka 2
Cincin ke 3 adalah jumlah 0
cincin ke 4 adalah Toleransi




Contoh :  Cincin 1    -    Cincin 2   -   -Cincin 3   -    Cincin 4
                 Merah      -     Hitam      -     Merah     -    Emas     = 2k 5% ohm




dibawah ini Tabel Gelang warna Resistor.



Contoh gambar hitungan gelang warna Resistor.










di bawah ini :
        
             Cara memferrit,menggambar rangkaian,dan meletakkan komponen di lubang pcb.




                           Cara melarutkan papan PCB menggunakan Ferrit.


Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan proses melarut papan pcb.
1. siapkan ferrit dan papan pcb yang sudah di layout sebelum nya.
2. siapkan air kemudian air nya di rebus sampai mendidih.
3. masukkan larutan ferrit secukup nya kedalam wadah plastik.
4. bila air sudah mendidih masuk kan air kedalam wadah yang sudah di siapkan.
5. masukkan pcb kedalam wadah yang sudah diisi air mendidih dan larutan ferrit
6. kemudian goyang akan wadah agar proses pelarutan lebih cepat.
7. supaya tembaga cepat hilang,kemudian bila sudah selesai pelarutan angkat pcb kemudian bersihkan dengan air bersih.
8. kemudian gosok ampales pean-pelan serta di siram air sampai benar-benar bersih.


                              Cara menggambar papan pcb dengan rapi.


1. siapkan gambar rangkaian yang akan dilayout.
2. lakukan ampales tipis saja pada sisi lempeng yang ada pada tembaga nya.
3. gambar jalur dari rangkaian yang sudah di siapkan dengan spidol pada lapisan tembaga dari pcb.
 4. titik-titik di tengah bulatan nantinya akan dilubangi dengan bor tengah dengan mata bor diameter 0,5- 1 mm (tergantung kaki komponen).


                                          Cara meletakkan kaki komponen di lubang pcb.


1. bor pada lubang pcb sesuai ukuran kaki komponen pada skema rangkaian.
2. ampalas bekas bor agar lebih mulus dan rapi.
3. masukan tiap-tiap komponen pada lubang di pcb sesuai dengan gambar pada skema.