24 Juni 2013

simbol simbol komponen elektronika

Simbol komponen elektronika yang digunakan dalam diagram rangkaianmenunjukkan bagaimana komponen terhubung secara bersama-sama. Tata letak sebenarnya dari komponen biasanya sangat berbeda dari diagram rangkaian. Untuk membangun sebuah rangkaian Anda perlu sebuah diagram yang berbeda yang menunjukkan tata letak bagian pada stripboard atau printed circuit board (PCB)
Berikut ini merupakan simbol komponen elektronika yang sering digunakan pada rangkaian elektronika.
Kabel dan Koneksi
Komponen
Simbol
Fungsi
Wires(Kabel/kawat) Simbol kabelUntuk melewatkan arus listrik dari suatu bagian kebagian lain dalam rangkaian elektronika
Wires Joined Simbol kabel terhubungBentuk bulatan digunakan ketika kabel terhubung (joined), tapi kadang-kadang juga diabaikan, kabel yang terhubung pada persimpangan sebaiknya membentuk dua T-junction, seperti terlihat pada gambar
Wires not Joined Simbol kabel tidak terhubungDalam suatu rangkaian yang komplek sering dijumpai kabel saling bersimpangan namun tidak terhubung. Sebaiknya gunakan symbol “jembatan” seperti telihat disebelah kanan, dibanding dengan symbol sebelah kiri yang bias menimbulkan salah pembacaan ketika diberikan tanda bulatan
Power Supply
Komponen
Simbol
Fungsi
Cell Simbol cellMenyuplai energy listrik, Terminal yang lebih besar (di sebelah kiri) adalah positif (+).Sebuah sel tunggal sering disebut baterai, tapi biasanya baterai adalah dua atau beberapa sel yang digabung bersamaan
Baterai Simbol batteryMenyuplai energy listrik, Terminal yang lebih besar (di sebelah kiri) adalah positif (+).Sebuah baterai memeiliki lebih dari satu cell
DC Supply Simbol dc supplyMenyuplai energy listrikDC = Direct Current, selalu mengalir dalam satu arah
AC Supply Simbol ac supplyMenyuplai energy listrikAC = Alternating Current, terus-menerus berubah arah
Fuse (sekering) Simbol sekringSebuah komponen pengaman yang akan ‘meledak’ (meleleh) jika arus mengalir melalui sekering melebihi nilai tertentu
Transformer Simbol transformatorDua gulungan kawat dihubungkan oleh inti besi. Transformers digunakan untuk meningkatkan dan menurunkan tegangan AC. Energi ditransfer antara kumparan oleh medan magnet dalam inti. Tidak ada sambungan listrik antara kumparan
Earth (Ground) Simbol earth (ground)Sambungan ke bumi. Untuk beberapa rangkaian elektronika berarti  0 (nol) volt pada power supply. Tapi pada elektronika utama dan rangkaian radio berarti sambungan ke bumi atau sering disebut “ground”
Output Devices: Lampu, Heater, Motor, dll
Komponen
Simbol
Fungsi
Lampu (penerangan) Simbol lampu Sebuah transduser yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. Simbol ini digunakan untuk penerangan lampu, misalnya headlamp mobil atau lampu obor.
Lampu (indicator) Simbol lampu indikatorSebuah transduser yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. Simbol ini digunakan untuk lampu yang merupakan indikator, misalnya lampu peringatan pada dashboard mobil
Heater Simbol heaterSebuah transduser yang mengubah energi listrik menjadi panas
Motor Simbol motorSebuah transduser yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik (gerak).
Bel Simbol bellSebuah transduser yang mengubah energi listrik untuk suara
Buzzer Simbol buzzerSebuah transduser yang mengubah energi listrik untuk suara
Induktor (koil, Solenoid) Simbol InduktorSebuah kumparan kawat yang menciptakan medan magnet ketika arus melewatinya. Ini mungkin memiliki inti besi di dalam kumparan. Hal ini dapat digunakan sebagai transduser mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dengan menarik sesuatu
Switch
Komponen
Simbol
Fungsi
Push Switch (Push-to-make) Simbol switch pushSebuah push switch memungkinkan arus mengalir hanya ketika tombol ditekan. Ini adalah tombol yang digunakan misalnya untuk mengoperasikan bel pintu
Push-to-Break Simbol switch pust-to-breakSwitch ini jenis saklar tekan yang biasanya tertutup (on), dan terbuka (off) hanya ketika tombol ditekan.
On-Off Switch (SPST) Simbol switch SPSTSPST = Single Pole, Single Throw.Saklar on-off yang memungkinkan arus mengalir hanya bila dalam posisi (on) tertutup.
2-Way Switch (SPDT) Simbol switch SPDTSPDT = Single Pole, Double Throw.Sebuah saklar dua jalur yang mengalirkan arus ke satu jalur dari dua jalur sesuai posisinya. Beberapa SPDT memiliki posisi sentral untuk off dan digambarkan sebagai “on-off-on” saklar
Dual On-Off Switch
(DPST)
 Simbol switch DPSTDPST = Double Pole, Single Throw.Sebuah switch on-off ganda yang sering digunakan untuk mengubah arus listrik karena dapat mengisolasi baik koneksi hidup maupun netral
Reversing Switch (DPDT) Simbol switch DPDTDPDT = Double Pole, Double ThrowSwitch ini dapat ditransfer ke atas sebagai saklar untuk membalikkan motor. Beberapa switch DPDT memiliki posisi off sentral
Relay Simbol relayRelay Saklar dioperasikan secara elektrik, misalnya sirkuit baterai 9V terhubung ke kumparan dapat beralih ke sirkuit listrik 230V ACNO = Normally Open, COM = Common, NC = Normally  Closed.
Resistor
Komponen
Simbol
Fungsi
Resistor Simbol resistorResistor berfungsi membatasi aliran arus, misalnya untuk membatasi arus yang melalui LED. Sebuah resistor digunakan dengan kapasitor dalam rangkaian jam.
Beberapa publikasi masih menggunakan simbol resistor lama: Simbol resistor lama
Variable resistor (rheostat) Simbol variabel resistorJenis resistor variabel dengan 2 kontak biasanya digunakan untuk mengontrol arus. Contohnya: menyesuaikan kecerahan lampu, menyesuaikan kecepatan motor, dan menyesuaikan laju aliran muatan ke dalam kapasitor dalam rangkaian jam.
Variable resistor (potentiomater) Simbol potensiometerJenis resistor variabel dengan 3 kontak (potensiometer) biasanya digunakan untuk mengontrol tegangan. Hal ini dapat digunakan seperti sebagai transduser yang mengkonversi posisi (sudut kontrol putar) untuk sinyal listrik
Variable resistor (preset) Simbol presetJenis resistor variabel (preset) yang dioperasikan dengan obeng kecil atau alat serupa. Digunakan saat sirkuit dibuat dan kemudian ditinggalkan tanpa penyesuaian lebih lanjut. Presets lebih murah daripada resistor variabel normal sehingga sering digunakan untuk mengurangi biaya
Kapasitor
Komponen
Simbol
Fungsi
Kapasitor Simbol kapasitorSebuah kapasitoryang  menyimpan muatan listrik. Sebuah kapasitor digunakan dengan resistor dalam rangkaian waktu. Kapasitor juga dapat digunakan sebagai filter, untuk memblokir arus DC dan meloloskan arus AC.
Kapasitor (polarized) Simbol kapasitor polarSebuah kapasitor yang menyimpan muatan listrik. Jenis ini harus dihubungkan dengan cara yang benar. Kapasitor ini  juga dapat digunakan sebagai filter, untuk memblokir arus DC dan meloloskan arus AC
Variable Capasitor Simbol kapasitor variabelSebuah variabel kapasitor digunakan dalam tuner radio listrik
Trimmer Capasitor Simbol kapasitor trimmerJenis kapasitor variabel  yang dioperasikan dengan obeng kecil atau alat serupa. 

RESISTOR

 

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.

Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Diantaranya resistor yang berbentuk silinder, smd (Surface Mount Devices), dan wirewound. Jenis jenis resistor antara lain komposisi karbon, metal film, wirewound, smd, dan resistor dengan teknologi film tebal.

Resistor yang paling banyak beredar di pasaran umum adalah resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal film. Resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita pita warna yang melingkar di badan resistor. Pita pita warna ini dikenal sebagai kode resistor. Dengan mengetahui kode resistor kita dapat mengetahui nilai resistansi resistor, toleransi, koefisien temperatur dan reliabilitas resistor tersebut. Tutorial ini akan menjelaskan kode kode resistor yang banyak beredar di pasaran.

RESISTOR DENGAN KODE WARNA


Resistor yang menggunakan kode warna ada 3 macam, yaitu:

1. Resistor dengan 4 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi.

2. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi

3. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi dan 1 pita warna untuk reliabilitas


Sedangkan ukuran resistor bermacam macam sesuai dengan ukuran daya resistor

CARA PERAKITAN PC
1. Penyiapan motherboard : Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor. 

2. Memasang Prosessor : 
  •  Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  • Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  •  Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  • Turunkan kembali tuas pengunci.
3. Memasang heatsink : Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard. 

4. Memasang Modul Memori : Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. 
  • Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  • Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot  Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

5. memasang Motherboard pada Casing
  •  Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  •  Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  •  Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  • Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  •  Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply : 
  •  Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.  HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing : 
  • Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  •  Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  • Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  • Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  • Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8. Memasang Drive: 
  •  Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  • Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  •  Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  • Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  •  Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  •  Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  • Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  • Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

9. Memasang card Adapter
  •  Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  •  Pasang sekerup penahan card ke casing
  •  Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelesaian akhir 
  • Pasang penutup casing dengan menggeser
  • sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  • Pasang konektor monitor ke port video card.
  • Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  •  Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse). Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
CARA MENGKALIBRASI CRO
(1) Kalibrasi Voltan 
Kalibrasi voltan dilakukan apabila CRO akan dipakai
untuk mengukur voltan signal dari bentuk gelombang
tertentu. Langkah kerjanya dilakukan sebagai berikut :
(a) Siapkan CRO dengan prosedur setting-up seperti di
atas.
(b) Siapkan probe CRO ( PC-21 atau yang sesuai ) atur
perbandingan input pada posisi 1 : 1.
(c) Atur VOLT/DIV Switch pada posisi 1 V / div. Variable
Control diputar searah jarum jam penuh sampai posisi
CAL.
(d) Kaitkan ujung probe ke terminal CAL 1 Vp-p. Dan
pada layar akan nampak bentuk signal kotak dengan
tegangan 1 Vp-p. Bila signal tidak berhenti bergerak
atur LEVEL control pada posisi PULL Auto Switch
sampai signal mudah dibaca.
(e) CRO selanjutnya siap dipakai untuk mengukur
tegangan, jangan mengubah posisi Variable Control.
Artinya tetap pada posisi CAL.
Kalibrasi waktu.

Untuk keperluan pengukuran frekuensi dan periode harus
dilakukan kalibrasi waktu. Langkah kerjanya adalah
sebagai berikut :

(a) Siapkan CRO seperti pada prosedur setting-up.
(b) Siapkan probe CRO ( PC-21 atau yang sesuai ) atur
perbandingan input pada posisi 1 : 1.
(c) Atur VOLT/DIV Switch pada posisi 1 V / div. Variable
Control diputar searah jarum jam penuh sampai posisi
CAL.
(d) Kaitkan ujung probe ke terminal CAL 1 Vp-p. Dan
pada layar akan nampak bentuk signal kotak dengan
tegangan 1 Vp-p. Bila signal tidak berhenti bergerak
atur LEVEL control pada posisi PULL Auto Switch
sampai signal mudah dibaca.
(e) Atur SWEEP TIME / DIV Switch pada posisi 1 ms. Atur
Variable Control pada posisi CAL ( putar kanan
maksimum).
(f) Pada layar CRO akan nampak gelombang kotak
dengan tinggi tegangan 1 Vp-p. Periodenya adalah 20
ms. Berarti frekuensinya adalah f = 1 / 20 X 1000
Hz=50 Hz.
(g) Selanjutnya CRO siap dipakai untuk mengukur
frekuensi atau periode dengan tidak boleh mengubah
posisi Variable Control dari SWEEP TIME / DIV Switch
pada posisi CAL.

Cara Mengetahui Komponen Baik Atau Tidak ( X TEI B )





 

1) Cara Menguji Kondensator ( CAPASITOR )

Caranya adalah dengan langkah-langkah berikut di bawah ini:
1)      Mula-mula saklar multimeter diputar ke atas. Tanda panah ke atas tepatnya R x Ohm
2)      Kalibrasi sampai jarum multimeter menunjukkan angka nol tepat saat dua colok (+) dan colok (-) dihubungkan. Putar adjusment untuk menyesuaikan.
3)      Hubungkan colok (-) dengan kaki berkutub negatif kondensator, sedangkan colok (+) dengan kaki positif kondensator. Lihat jarum. Apabila bergerrak dan tidak kembali berarti komponen tersebut masih baik. Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti komponen rusak. Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali dipastikan putus.

2) Cara Menguji Resistor

Walaupun komponen ini tidak memiliki kutub negatif dan positif tetapi dengan multimeter kita akan menguji kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya karena terbakar/korsleting karena tidak tahan menahan arus yang lebih besar dari nilainya.
Untuk mengujinya dengan multimeter kita boleh membolak-balik kaki resistor ataupun sebaliknya membolak-balik colok (+) dan colok (-).
Langkah-langkah pemeriksaan resistor:
1.      Memutar saklar sampai pada posisi R x Ohm.
2.      Kalibrasi dengan menghubungkan colok (+) dan colok (-). Kemudian memutar penyetel sampai jarum menunjuk pada angka nol (0). Atau putar control adjusment untuk menyesuaikan.
3.      Setelah itu kita hubungkan pencolok (+) pada salah satu kaki resistor, begitu pula colok (-) pada kaki yang lain.
4.      Perhatikan jarum penunjuk. Apakah ia bergerak penuh atau sebaliknya jika bergerak dan tak kembali berarti komponen masih baik. Bila sebaliknya jarum penunjuk skala tidak bergerak berarti resistor rusak.
5.      Komponen resistor yang masih baik juga bisa dinilai dengan sama atau tidak nilai komponen resistor yang tertera pada gelang-gelang warnanya dengan pengukuran melalui multimeter.

3) Cara Menguji Transformator ( TRAFO )
Transformator saat kita beli harus dan wajib untuk kita check apakah masih baik dan berfungsi. Karena untuk trafo biasanya tidak diberi garansi apabila rusak setelah dibeli. Hal ini dimungkinkan adanya pemutusan hubungan di gulungan/lilitan sekunder atau primer.
Langkah-langkah:
1.      Putar multimeter saklar pada posisi Ohm 1x.
2.      Kalibrasi.
3.      Hubungkan colok (-) dengan salah satu kaki di gulungan primer, colok (+) pada kaki yang lain di gulungan primer. Bila jarum bergerak maka trafo dalam keadaan baik.
4.      Pada gulungan sekunder lakukan hal yang sama. Apabila jarum multimeter bergerak-gerak maka trafo dalam keadaan baik. Selisih nilai sama dengan selisih tegangan yang tertera pada trafo.
5.      Letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer kemudian colok yang lain ke gulungan sekunder. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan primer dengan sekunder dengan body trafo. Lakukan hal sebaliknya.
6.      Langkah terakhir, letakkan colok (-) atau colok (+) ke salah satu kaki di gulungan primer atau sekunder kemudian colok yang lain ke plat pengikat gulungan yang berada di tengah. Apabila jarum tidak bergerak maka trafo dalam keadaan baik, menandakan tidak adanya korsleting gulungan dengan body trafo.
4) Cara Menguji Dioda
Untuk itu diperlukan sebuah multitester atau sebuah ohmmeter analog/digital. Multitester atau Avometer Analog mempunyai fasilitas pengukur hambatan (ohmmeter) , dimana jenis ohmmeter yang digunakan biasanya ohmmeter-seri, dimana secara konstruksi polaritas batere yang terpasang dalam meter berlawanan polaritas dengan terminal ukurnya.
Atau dengan perkataan lain, terminal positip meter adalah mempunyai polaritas negatip batere, sebaliknya terminal negatip meter mempunyai polaritas positip batere.
Dengan demikian guna menguji sebuah dioda dengan menggunakan Avometer prinsipnya adalah sebagai berikut :
  1. Anda posisikan Avometer pada posisi ohm dengan skala rendah
  2. Tentukan terlebih dahulu elektroda anoda dan katoda dari dioda tersebut
  3. Hubungkan terminal + (positip) meter dengan Anoda dari dioda yang akan ditest sedangkan terminal – (negatip) meter dengan Katoda dioda. (hubungan ini adalah reverse).
  4. Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter tidak akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum bergerak, maka dapat dikatakan dioda terhubung singkat (rusak).
  5. Ulangi langkah 2 diatas dengan polaritas sebaliknya, dimana Anoda dihubungkan dengan negatip meter dan Katoda dengan positip meter. (hubungan ini adalah forward),
  6. Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum meter tidak bergerak, maka dapat dikatakan dioda putus (rusak).

5) Cara Menguji Light Emmiting Diode ( LED )

LED adalah singkatan dari light emiting diode atau dalam bahasa indonesia biasa diartikan sebagai dioda yang dapat memancarkan cahaya. Seperti dioda, LED memiliki kutub anoda (+) dan kutub katoda (-) dan bekerja pada tegangan 1,6 Volt. Seperti yang terlihat pada gambar 1. Cahaya yang dipancarkan bervariasi jenisnya deradasarkan bahan pembentuknya. LED yang banyak beredar dipasaran adalah LED cahaya tampak.
Pengujian LED
Pengujian LED bertujuan untuk menentukan kelayakan LED dan menetukan jenis kutubnya.
  1. Dari pengujian di peroleh data sebagai berikut: Ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda), LED tidak menyala.
  2. Ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda), LED menyala.
Analisa Data
Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa ketika probe positif multimeter dihubungkan ke kutub yang pendek (katoda) dan probe negatif multimeter dihubungkan ke kutub yang panjang (anoda), LED menyala. Sedangkan kutub katoda itu sendiri merupakan kutub negatif. Seharusnya, jika kita lihat dari prinsipnya bahwa bias forward (dioda menyala) terjadi jika kutub anoda led dihubungkan ke kutub positif sumber tegangan. Dari analisa di atas dapat kita pahami bahwa probe positif multimeter mewakili kutub negatif sumber tegangannya.
6) Cara Menguji Transistor
Transistor ekivalen dengan dua buah dioda yang digabung, sehingga prinsip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Untuk transistor jenis NPN, pengujian dengan jangkah pada x100, penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi.
Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah, pada emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak.
Untuk transitor jenis PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN.
Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE, ialah salah parameter penting suatu transistor.
Dengan circuit seperti pada gambar, dapat diperkirakan bahan transistor. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan silicon

CRO

CRO SINGKATAN DARI CATHODE RAY OSCILLOSCAPE, SERING DISEBUT DENGAN OSILOSKOP . MERUPAKAN ALAT UKUR YG DAPAT DI GUNAKAN UNTUK MENGUKUR BESARAN FREKUENSI DI AMPLITUDO DARI SUATU SINYAL,

PENGATURAN AWAL CRO:

- PERHATIKAN SUMBER TEGANGAN

- ATUR POSISI SAKLAR INTENSITY PADA POSISI TENGAH2

- ATUR POSISI SAKLAR FOCUS PADA POSISI TENGAH2

- LETAKAN SWITCH VOLT/DIV PADA POSISI 1 VOLT/DIV

- PUTAR  VARIABEL SEARAH JARUM JAM SAMPAI MAKSIMUM

- LETAKAN SWITCH TIME/DIV PADA POSISI 1MS/DIV

- PUTAR VARIABEL SERAH JARUM JAM SAMPAI MAKSIMUM

- LETAKAN SAKLAR SOURCE PADA POSISI LINE

- LETAKAN SAKLAR POSITION SEARAH HORIZONTAL PADA POSISI TENGAH2

- LETAKAN SAKLAR POSITION SEARAH VERTICAL PADA POSISI TENGAH2

- LETAKAN SAKLAR LEVEL PADA POSISI TENGAH2

- ATUR SAKLAR MODE 

- HIDUPKAN CRO, TUNGGU SAMPAI KELUAR SATU GARIS HORIZONTAL

 

 

CARA PENGATURAN AWAL DALAM MENGGUNAKAN CRO & MENGKALIBRASI CRO"

PENGATURAN AWAL DALAM MENGGUNAKAN CRO

1. Perhatikan sumber tegangan ac.
2. Atur posisi saklar intensity pada posisi tengah-tengah.
3. Atur posisi saklar focus pada posisi tengah-tengah.
4  Letakkan switch volt/div pada posisi 1v/div.
5. Putar variabel kearah kanan sampai maksimal.
6. Letakkan switch time/div pada posisi 1ms/div.
7 .Putar variabel kearah kanan sampai maksimal.
8. Letakkan saklar source pada posisi line
9 .Letakkan saklar position searah horizontal pada posisi tengah-tengah.
10. Letakkan saklar position searah vertikal pada posisi tengah-tengah.
11. Letakkan saklar level pada posisi tengah-tengah.
12. Atur saklar mode.
13. Hidupkan CRO, tunggu sampai keluar satu garis horizontal.
DIKETIK OLEH: I MADE DWI SURYA U.P

Elco



Cara Membaca Elco






          Misalnya di badan ELCO di gambar di atas tertera tulisan 10uF/50V berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 Mikro Farad, dan tegangan kerjanya maksimal 50 Volt. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak.

Pengertian ELCO

         Untuk menyimpan muatan listrik yang terdiri dari dua konduktor dan dipisahkan oleh bahan penyekat atau bahan dielektrik. Setiap konduktor di sebut keping. Pengertian ELCO atau Kapasitor  juga disebut Kondensator adalah komponen listrik yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat menyimpa muatan listrik.

         Prinsip kerja suatu ELCO umunya sama halnya dengan RESISTOR yang juga termasuk didalam kelompok komponen pasif..

Fungsi ELCO

   Sebagai penyimpan arus atau tegangan listrik. Untuk searah DC kapasitor atau ELCO berperan sebagai isolator atau penahan arus listrik, namun untuk arus bolak-balik AC apasitot atau ELCO  berperan sebagai konduktor atau melewatkan arus listrik.

-RICKY RIYADI
-TEI.a



CARA MEMBUAT RUNNING LED

Alat & Bahan :
- Rangkaian running led yang belum di rangkai.
- Kabel kecil
- Batu baterai 6-12 volt atau adaptor
- Solder 30-40 watt dan tenol
- Solder atractor
- Pinset
- Tang potong
- Multimeter/multitester/AVOmeter

Langkah-langkah :
1. Pertama-tama, keluarkan semua komponen running led.
2. Kedua, uji semua komponen dengan menggunakan multimeter/multitester/AVOmeter. Pengujian dapat dilihat di sini.
3. Jika sudah selesai menguji komponen, pasang komponen ke papan PCB. Dengan catatan pemasangan dimulai dengan komponen pasif terlebih dahulu.
4. Sebelum memasang komponen aktif, pasang dan solder kaki-kaki komponen pasif terlebih dahulu.
5. Setelah itu, potong sisa-sisa/kelebihan kaki komponen itu supaya tidak mengganggu.
6. Saatnya memasang komponen aktif, menyolder kaki-kakinya, dan memotong kelebihan kakinya.
7. Rangkaian siap dicoba. Pasangkan kutub positif batu baterai ke kutub positif rangkaian. Begitu juga dengan kutub negatifnya.
PERBEDAAN ARUS AC DAN DC

ARUS AC (ALTERNATIVE CURRENT )

1. Sumbernya dari stopkontak PLN

2. tidak pernah dari battery

3. arah arus nya bolak balik ,, bukan searah ,, ingat  !!!

4. karna arus nya bolak balik , jadi kita bisa KESETRUM


ARUS DC ( DIRECT CURRENT )

1. sumbernya dari battery
 bisa catu daya , aki/accu, battery laptop

2. bukan dari stopkontak PLN

3. arah arus nya sesuai kutub nya

4.kalau dipegang nggak kesetrum HANYA SAJA AKAN TERASA SANGAT PANAS


      PENGUBAH AC KE DC

    STOPKONTAK PLN -------->  AC-DC ADAPTER ( POWERSUUPLY , AC ADAPTER ) --------> ALAT ELEKTRONIKA





CONTOH PENGGUNAAN

AC seperti : kipas angin, televisi , kulkas dan sebagainya

DC seperti : handphone , jam tangan dan kalkulator .







#sekian terimakasih

fitri :)