06 Oktober 2009

Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan Pendidikan

Mengembalikan jati diri bangsa harus dilakukan secara serius, terprogram dan berkelanjutan, sebab target utama yang aka diperbaiki adalah suatu rasa kebangsaan yang hanya akan tumbuh jika memperoleh akomodasi yang baik dalam ekosistemnya. Mengembalikan jati diri bangsa bukanlah sekedar menanamkan kata-kata Mengembalikan Jati Diri Bangsa saja, tetapi lebih luas dari itu.

Proses sebenarnya untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa bukan saja menyangkut aspek kognitif saja, namun juga menyangkut aspek afektif yang justru merupakan aspek terpenting pada konteks Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan Keluarga



Yang dimaksud dengan mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan di keluarga adalah segala sesuatu yang mendukung penanaman nilai-nilai positif dan mendasar yang berorientasi kebangsaan ... melalui kedua orang tua atau orang dewasa lain ... dan atau anggota keluarga lain yang ada di dalam keluarga tersebut.

Segala sikap, prilaku yang diperlihatkan suatu keluarga kepada anak-anak dan generasi muda dalam keluarga tersebut adalah contoh yang dicatat erat oleh si anak dalam pemahaman mereka. Oleh karena itu, pemahaman pendidik dalam keluarga itu (orang tua atau orang dewasa dalam keluarga itu) terhadap proses mengembalikan jati diri bangsa.

Satu contoh sederhana mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan di keluarga adalah penanaman rasa hormat-menghormati dan harga-menghargai antara satu etnik dengan etnik yang lain. Orang tua dan atau orang dewasa lain dalam keuarga harus memberi contoh bagaimana menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda etnisnya dan meluruskan sikap anak-anak yang tidak benar tentang hal itu. Kemudian secara bijak memberi alasan mengapa demikian. Bagi kita semua iu adalah dasar-dasar mengembalikan jati diri bangsa.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan Formal

Mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan formal juga menjadi proses yang penting sebab di sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya, interaksi yang terjadi antara satu suku dengan suku yang lain dalam konteks satu bangsa menjadi lebih nyata. Setiap hari interaksi siswa antar etnik selalu terjadi dan harus mampu di jaga oleh pihak sekolah agar proses mengembalikan jati diri bangsa yang toleran, hormat-menghormati, harga-menghargai satu dengan yang lain dapat berproses dengan baik.

Secara khusus pihak sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bermuara untuk mengembalikan jati diri bangsa secara terprogram dari waktu ke waktu. Memupuk sikap-sikap yang sudah dilaksanakan para siswa secara baik dan meluruskan serta memperbaiki sikap-sikap yang masih mencederai proses mengembalikan jati diri bangsa secara bijaksana.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan Masyarakat



Dalam konteks Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah melalui Pendidikan masyarakat menjadi hal yang berat untuk bisa dilakukan secara baik. Mengapa demikian? Karena di masyarakat inilah terjadi interaksi yang sebenarnya antar anak bangsa. Kadang satu pihak mampu menjaga namun pihak yang lain karena terdesak keperluan sesaatnya, melakukan proses yang melukai pihak lain sekaligus mencederai proses mengembalikan jati diri bangsa.

Seharusnya, semua pihak anak bangsa harus bisa mengendalikan diri masig-masing agar tidak menyinggung harga diri pihak lain dalam berbagai kegiatan dan acara apapun sehingga semua anak bangsa merasa sama nilai dan berharganya di mata seluruh bangsa secara keseluruhan. Dalam konteks ini memang diperlukan kematangan pemikiran menuju terciptanya proses mengembalikan jati diri bangsa.

Proses mengembalikan jati diri bangsa harus dibangun dengan penuh kesadaran tanpa harus kehilangan sifat ramah tamah satu dengan yang lain. Mengembalikan jati diri bangsa tidak identik dengan kehilangan rasa humor asal tetap mampu menempatkan pada proporsi yang benar.

Mengembalikan jati diri bangsa memang memerlukan proses. Karena itulah, saya, melalui halaman situs ini mengajak segenap peserta kontes maupun pecinta internet lainnya se bangsa dan se Tanah Air, untuk secara bersama memulai hal kecil di lingkungan kita, saling mengingatkan secara bijaksana agar proses mengembalikan jati diri bangsa yang kita cita-citakan dapat tercapai. Mari bersama-sama MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA !!!

13 September 2009

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Berkali-kali membaca kalimat ... mengembalikan jati diri bangsa ... saya kok masih merasa kesulitan membayangkan apa yang sebenarnya dimaksudkan, apalagi membuat tulisan untuk mengikuti kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang di selenggarakan BeritaJitu.com. Kemudian untuk mempermudah ... saya potong menjadi 'jati diri' saja. Kata jati berasal dari 'sejati' yang bisa dimaknai kata sebenarnya, sesungguhnya, suatu makna yang sudah dimiliki pada kurun waktu yang lama, sedangkan diri berarti badan, sosok yang menyimpan makna sebenarnya tadi. Kata bangsa menunjuk sosok menyeluruh yang terbentuk pada suatu negara. Berdasarkan uraian tersebut ' Mengembalikan Jati Diri Bangsa ' dapat diartikan mengembalikan jati diri bangsa saat ini ... ke sifat-sifat dan ciri-ciri sebagai bangsa yang dimiliki sebelumnya.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa ... kemudian bisa saya baca lebih mudah ... yaitu mengembalikan sifat dan ciri bangsa yang saat ini sedang berkembang (ke arah yang kurang baik) kembali kepada sifat-sifat maupun ciri-ciri bangsa yang baik dan mulia yang sebelumnya telah di miliki dan diakui bangsa lain. Seperti kita ketahui, beberapa waktu yang lalu, Indonesia di kenal sebagai bangsa yang cinta damai, toleran, menerapkan 'tepo seliro', ramah-tamah dan banyak hal positif lain yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Berbagai kemajuan pembangunan fisik dan infrastruktur yang berhasil dinikmati khususya diperkotaan dalam teknologi informasi dan komunikasi justru membuat penurunan pengamalan sifat-sifat mulia buah dari pelajaran agama yang sebelumnnya kuat mengakar dan melunturkan sifat sebagian anak bangsa hingga secara berangsur kehilangan ciri khasnya sebagai bangsa Indonesia yang kuat memegang ajaran agama.

Sinyalemen BeritaJitu.com menyangkut tentang penurunan kwalitas bermasyarakat di masyarakat memang benar adanya. Tanpa kesulitan kita akan dapat menemukan situasi dimana sebagian masyarakat acuh dan tidak perduli pada sesama, tidak lagi bertoleransi bahkan asing dan tidak saling kenal meskipun bertempat tinggal di wilayah RT yang sama.

Apa perlunya mengembalikan jati diri bangsa ?

Mengembalikan Jati Diri Bangsa memang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan sudah seharusnya terus dipacu dan digalakkan. Sebelum lebih jauh mengupas program dan kegiatan mengembalikan jati diri bangsa, sangat tepat kiranya ita mengecek dan mengintrospeksi ... apa yang memicu dan menyebabkan melunturnya jati diri bangsa yang selama ini telah terjadi.

Lemah rasa nasionalisme di kalangan generasi muda

Penyebab lunturnya jati diri bangsa sebenarnya tidak lepas dari lunturnya pengamalan nilai-nilai agama, nilai-nilai adat, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai yang lain antar generasi. Hal-hal positif yang dulu ditanamkan melalui apa yang disebut tata krama yang bersumber dari ajaran agama bersinergi dengan adat istiadat ... dipegang erat oleh kakek dan nenek tidak seluruhnya dilanjutkan pada masa ayah dan ibu. Demikian pula sisa-sisa nilai positif di masa ayah dan ibu tidak seluruhnya dilanjutkan pada masa kita saat sekarang ini.

Penyebab berikutnya adalah resistansi orang muda terhadap warisan budaya. Banyak orang muda latah ... menganggap hal baik yang di contohkan pada masa lalu adalah hal yang kemudian dianggap kolot, ja-dul, ketinggalan jaman dan menganggap tidak baik lagi digunakan, bahkan banyak diantaranya yang cenderung 'mempermainkan' beberapa istilah pada masa lalu. Secara pelan tapi pasti, nilai positif yang terkandung di dalamnya kian hari kian terpupus dan tidak dilanjutkan.

Lemah semangat saling menghargai budaya antar etnik

Dalam eforia pertumbuhan sebagai bangsa yang merdeka, kita sering lupa menjaga harga diri antar etnik sehingga mudah terjadi gesekan yang menimbulkan luka sosial yang bermuara pada penurunan jati diri bangsa tersebut. Coba saja di media TV, banyak kita temukan masalah etnik yang dipakai sebagai bahan olok-olokan dan ditertawakan bersama-sama tanpa tahu ... bahwa apa yang ditertawakan ... sebenarnya mempunyai nilai positif dalam kehidupan kebangsaan yang jaaauuhhh lebih mahal.

Dua aspek yang saya sebutkan di atas benar-benar secara cepat dan siknifikan melemahkan jati diri bangsa kita, yang semula dikenal ramah, toleran, suka menolong dan sifat-sifat mulia lainnya yang sedikit-demi sedikit kita tinggalkan. Hal-hal tersebut sudah cukup menjadi dasar perlunya gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa.