Proses sebenarnya untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa bukan saja menyangkut aspek kognitif saja, namun juga menyangkut aspek afektif yang justru merupakan aspek terpenting pada konteks Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan Keluarga
Yang dimaksud dengan mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan di keluarga adalah segala sesuatu yang mendukung penanaman nilai-nilai positif dan mendasar yang berorientasi kebangsaan ... melalui kedua orang tua atau orang dewasa lain ... dan atau anggota keluarga lain yang ada di dalam keluarga tersebut.
Segala sikap, prilaku yang diperlihatkan suatu keluarga kepada anak-anak dan generasi muda dalam keluarga tersebut adalah contoh yang dicatat erat oleh si anak dalam pemahaman mereka. Oleh karena itu, pemahaman pendidik dalam keluarga itu (orang tua atau orang dewasa dalam keluarga itu) terhadap proses mengembalikan jati diri bangsa.
Satu contoh sederhana mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan di keluarga adalah penanaman rasa hormat-menghormati dan harga-menghargai antara satu etnik dengan etnik yang lain. Orang tua dan atau orang dewasa lain dalam keuarga harus memberi contoh bagaimana menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda etnisnya dan meluruskan sikap anak-anak yang tidak benar tentang hal itu. Kemudian secara bijak memberi alasan mengapa demikian. Bagi kita semua iu adalah dasar-dasar mengembalikan jati diri bangsa.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan Formal
Mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan formal juga menjadi proses yang penting sebab di sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya, interaksi yang terjadi antara satu suku dengan suku yang lain dalam konteks satu bangsa menjadi lebih nyata. Setiap hari interaksi siswa antar etnik selalu terjadi dan harus mampu di jaga oleh pihak sekolah agar proses mengembalikan jati diri bangsa yang toleran, hormat-menghormati, harga-menghargai satu dengan yang lain dapat berproses dengan baik.
Secara khusus pihak sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bermuara untuk mengembalikan jati diri bangsa secara terprogram dari waktu ke waktu. Memupuk sikap-sikap yang sudah dilaksanakan para siswa secara baik dan meluruskan serta memperbaiki sikap-sikap yang masih mencederai proses mengembalikan jati diri bangsa secara bijaksana.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan Masyarakat
Dalam konteks Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah melalui Pendidikan masyarakat menjadi hal yang berat untuk bisa dilakukan secara baik. Mengapa demikian? Karena di masyarakat inilah terjadi interaksi yang sebenarnya antar anak bangsa. Kadang satu pihak mampu menjaga namun pihak yang lain karena terdesak keperluan sesaatnya, melakukan proses yang melukai pihak lain sekaligus mencederai proses mengembalikan jati diri bangsa.
Seharusnya, semua pihak anak bangsa harus bisa mengendalikan diri masig-masing agar tidak menyinggung harga diri pihak lain dalam berbagai kegiatan dan acara apapun sehingga semua anak bangsa merasa sama nilai dan berharganya di mata seluruh bangsa secara keseluruhan. Dalam konteks ini memang diperlukan kematangan pemikiran menuju terciptanya proses mengembalikan jati diri bangsa.
Proses mengembalikan jati diri bangsa harus dibangun dengan penuh kesadaran tanpa harus kehilangan sifat ramah tamah satu dengan yang lain. Mengembalikan jati diri bangsa tidak identik dengan kehilangan rasa humor asal tetap mampu menempatkan pada proporsi yang benar.
Mengembalikan jati diri bangsa memang memerlukan proses. Karena itulah, saya, melalui halaman situs ini mengajak segenap peserta kontes maupun pecinta internet lainnya se bangsa dan se Tanah Air, untuk secara bersama memulai hal kecil di lingkungan kita, saling mengingatkan secara bijaksana agar proses mengembalikan jati diri bangsa yang kita cita-citakan dapat tercapai. Mari bersama-sama MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA !!!